Showing posts with label affordable energy. Show all posts
Showing posts with label affordable energy. Show all posts

Wednesday, November 27, 2013

Energy imbalance strangles democracy

NRGLab (ww.nrglab.asia) is dedicated to developing renewable energy alternatives for the future. By introducing electricity to the third world and making it more affordable for everyone else, we can democratize energy and information in ways never thought possible.  But in order to understand the relationship between energy, information, and good ol’ fashioned democracy, we must first examine what it means to be ‘democratic.’



Usually, people think of democracy in terms of its narrowest definition – everyone gets an equal vote on who will be their next leader. It dates back thousands of years to the ancient Greeks. As Winston Churchill so eloquently once put it, “Democracy is the worst form of government… except for all the others.”

The most crucial aspect to maintaining democracy is a well-informed electorate. When trusting people with the freedom of choice, we must also trust them with the truth. Who stands for what issue? What issues are the most pressing and important? Where is our world heading?

These questions influence voters, who influence policy, which, due to the nature of global politics, affects the entire world. And when it comes to energy policy, melting glaciers prove that no issue is more pressing.

We all depend on energy for our daily commute to work. To cook our food.  To heat our nightly shower. Economic stability depends on a nation’s reliable access to energy.  Yet a majority of sources like coal, oil, gas, and uranium, which are limited and only found in select places, are controlled by a handful of energy conglomerates.

What’s democratic about that?

When power is consolidated into the hands of a few, the majority become slaves to the minority. We’ve been conditioned to want fossil fuels for so long that our wants now far outweighs our needs. This moral dilemma of consumption versus social responsibility is restricting democracy. In order for citizens, CEOs, and politicians to be free to choose the best direction for our planet, we must first break free from big energy.

We have the ability to transcend the industrial roof thatched by the centuries preceding us. We can adapt to climate change by investing in clean-energy. We can demolish archaic economic thinking that threatens democracy for our children’s children by embracing carbon caps.

That’s why NRGLab keeps you up to date on daily developments around the world in energy, business, and new technology. We want you to stay informed. Stay curious. No matter where you live or where you’re from. New York. New Guinea. New Zealand. NRGLab wants to give you the freedom of choice as we work together towards a new and better tomorrow.


Sunday, November 10, 2013

Energi hijau sama dengan pertumbuhan lapangan kerja

Berkat energi hijau (baca: ramah lingkungan), lebih dari 34.000 orang di Inggris Raya saja mendapat pekerjaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan papan mereka. Angka tersebut meningkat hampir  75% sejak tahun 2010, ketika RenewableUK, asosiasi perdagangan nirlaba di bidang energi terbarukan yang terkemuka, melakukan sebuah penelitian mengenai lapangan kerja pada industri energi angin, gelombang, dan pasang surut.



Ketika kita membahas tentang energi ramah lingkungan, akan ada banyak pihak terlibat dengan berbagai peran yang berbeda. Mulai dari perencanaan dan pengembangan, hingga konstruksi dan instalasi, perawatan, pabrikasi, dan layanan pendukung. Satu hal yang pasti – energi ramah lingkungan sama dengan lapangan kerja.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 91% dari orang-orang yang dipekerjakan di sektor ini adalah warga negara Inggris Raya, yang 1/5 di antaranya adalah perempuan.

Usaha-usaha kecil juga memainkan peranan penting dalam sektor ini, dengan 80% dari seluruh bisnis yang bergerak pada industri energi angin, gelombang, dan pasang surut ini mempekerjakan kurang dari 250 orang, dan lebih dari setengah usaha tersebut yang mempekerjakan kurang dari 25 orang.

Menurut RenewableUK, pemerintah dapat menciptakan lebih dari 70.000 pekerjaan pada dekade berikutnya dengan adanya pembiayaan yang tepat dan dukungan masyarakat.

“Laporan saat ini dengan jelas menunjukkan bagaimana industri energi angin, gelombang, dan pasang surut menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” kata Maria McCaffery, CEO RenewableUK. "Ada ratusan ribu orang di seluruh negeri ini yang bekerja dengan keahliannya memimpin pembangunan industri terkemuka dunia di Inggris, menyediakan energi ramah lingkungan yang andal. Industri energi angin, gelombang, dan pasang surut  kita dapat mempekerjakan lebih dari 70.000 orang pada dekade berikutnya. Sektor energi angin lepas pantai sendiri dapat mempekerjakan hampir 45.000 pekerja pada tahun 2020-an. Sebagai sebuah industri, kami benar-benar menciptakan lapangan kerja baru dari alam.”

Namun, dalam beberapa skenario, laporan tersebut memproyeksikan bahwa energi angin lepas pantai, tanpa adanya dukungan tambahan sumber energi alternatif lainnya, sesungguhnya dapat memperlebar jenjang pengangguran.

 “Agar dapat benar-benar memanfaatkan keuntungan ekonomis dari teknologi kami, kami harus memastikan adanya kepastian untuk industri ini,” lanjut McCaffery. “Kepastian tingkat distribusi pekerjaan di masa depan dalam industri energi angin, gelombang, dan pasang surut pada dekade berikutnya akan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi pada orang dengan keahlian yang tepat, serta menjamin bahwa kami memaksimalkan jumlah pekerjaan kerah hijau yang kami ciptakan karena kami mentransformasikan sistem kelistrikan kami.

NRGLab bersyukur telah mempekerjaan orang-orang terbaik dan tercerdas saat ini dari berbagai bidang. Insinyur Mesin. Pemodal ventura. Ahli klimatogi. Wartawan dan ahli ekonomi.

Karena untuk dapat menanggulangi krisis iklim dan energi yang kita hadapi, kita harus bergantung pada kolaborasi yang kreatif. Kunjungi nrglab.asia untuk mengetahui selengkapnya tentang apa yang kami lakukan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi jutaan orang.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 24 September: http://anashell.blogspot.com/2013/09/green-energy-equals-job-growth.html

[ Energi hijau, energi, RenewableUK, Maria McCaffery, pertumbuhan lapangan kerja, affordable energy, energi NRGLab, NRGlab, Ana Shell NRGLab, Ana shell ]

Tuesday, October 29, 2013

Ledakan Energi AS – Mubazir?

Embargo minyak AS di Timur Tengah pada tahun 1973 mengakibatkan era kelangkaan energi. Sekarang, empat puluh tahun kemudian, negara berada di puncak revolusi energi dan gelombang ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ada apa dibalik revolusi ini? Teknologi baru!


Berbagai terobosan teknologi seperti pengeboran horizontal dan fraktur hidrolik (fracking) memungkinkan perusahaan-perusahaan energi menyadap cadangan minyak dan gas yang besar. Angin dan solar yang dianggap sebagai fantasi energi ramah lingkungan sekarang justru dianggap layak secara ekonomi.  Berbagai fasilitas publik  mengubah infrastruktur energi usang kita menjadi infrastruktur yang lebih cerdas dan jauh lebih efisien. 

Di tahun 2020, AS akan dapat memproduksi minya sebanyak yang dikonsumsi, dengan demikian akan mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak Timur Tengah yang kerap kali tidak stabil dan sulit diprediksi.

 “Transformasi yang telah kita saksikan selama beberapa tahun belakangan ini mulai dari kelangkaan yang parah hingga berkelimpahan, semuanya nyata,” ujar Jason Bordoff, Direktur Kebijakan Energi Global Universitas Columbia.

Manfaatnya jelas. Dengan mengganti batu bara dengan gas alam yang lebih murah, meskipun AS memperkuat manufaktur domestiknya, namun mereka telah mengurangi emisi karbon. Artinya  bahwa miliaran dollar yang dulunya terbang ke luar negeri sekarang bisa tetap tinggal di dalam negeri, sebagai modal untuk investasi masa depan.

Namun, kelimpahan energi juga merupakan serangkaian tantangan baru tersendiri. Para pecinta lingkungan telah memprotes keterlibatan pemerintah dalam  kegiatan fracking minyak dan gas, dan para ekonom telah memperingatkan bahwa ledakan energi – seperti ledakan dot com di tahun 90an – dapat terjadi  setiap saat.

Namun, ledakan tidak hanya terjadi pada minyak dan gas saja, energi terbarukan seperti solar dan angin juga tumbuh pesat. Dan berkat fokus pemerintah pada efisiensi energi, sekarang “nilai uang yang dikeluarkan” AS tiga puluh tahun lalu menjadi dua kali lipat, ketika ekonomi saat itu hanya seperti dari ukurannya sekarang!

Gas rumah kaca global telah mencapai tingkat tertingginya tahun lalu, dan pada bulan Juni Badan Energi Internasional mengklaim bahwa kita mengalami peningkatan temperatur sebesar 9.5°F di akhir abad – yang bakal hampir menggantikan akhir peradaban sebagaimana yang kita ketahui.

Direktur Eksekutif Energi dan Keberlangsungan di Universitas California – Davis, Amy Myers Jaffe mengakatan,”orang tidak dapat lagi bergantung pada harga minyak yang tinggi dan kelangkaan bahan bakar fosil untuk memotivasi agenda iklim. Seluruh gambarannya telah berubah.”


Jadi, apakah mubazir itu buruk bagi Anda? AS sedang mencari tahu.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 6 Oktober: http://anashell.blogspot.com/2013/10/the-us-energy-bubble-too-much-of-good.html

[ Energi, energi NRGLab, Departamen Energi, energi AS, affordable energy, teknologi baru, Jason Bordoff, Energi Global Universitas Columbia, Universitas California, Ana shell, Ana Shell NRGLab ]

Tuesday, September 17, 2013

Wabah Penyakit Menyerang! Pemanasan Global Penyebabnya

Saat orang mendengar kata “pemanasan global”, yang terlintas dalam benak mereka adalah puncak gunung es yang mencair, naiknya permukaan air laut, dan badai super. Tapi tahukah Anda bahwa pemanasan global juga membuat penyakit menjadi lebih mudah menyebar? Benar – wabah berikutnya bisa saja sedang membayangi. Dan wabah terakhir datang telah merenggut jutaan nyawa!


Bakteri dan parasit berkembang biak di suhu yang hangat, yang biasanya bakteri dan parasite ini bersifat musiman di belahan dunia tertentu. Namun kini, hal itu tidak lagi berlaku. Musim panas yang lebih lama berarti jangka waktu hidup yang lebih lama pula. Lebih banyak penyakit menular. “Ada BANYAK penyakit,” Sonia Altizer,  Associate Professor di Universitas Georgia, menegaskan. “Terutama disistem-sistem alami, di mana ada sinyal yang jelas bahwa prevalensi atau tingkat keparahan dari penyakit-penyakit itu telah meningkat sebagai respon atas perubahan iklim.”

Altizer adalah penulis-bersama dari penelitian yang baru diterbitkan mengenai tren iklim selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dia melanjutkan: “Jadi di Kutub Utara, ada cacing parasit yang mempengaruhi muskox dan rusa kutub yang berkembang biak lebih cepat dan menjadi lebih tersebar dan berekspansi. Kemudian di laut-laut tropis, seperti batu-batu karang di Lautan Karibia, terdapat banyak bukti yang muncul yang menunjukkan bahwa pemanasan berhubungan dengan simbiosis batu-batu karang tersebut – membuat batu-batu karang semakin rentan terhadap penyakit dan pada waktu yang bersamaan memperbesar tingkat pertumbuhan bakteri mematikan.”

Jadi di manapun Anda tinggal – di iklim yang hangat, atau dingin – tidak ada seorang pun yang aman dari bakteri. Untunglah, ada penelitian seperti yang dikerjakan oleh Altizer untuk mempersiapkan kita menghadapi masa depan.

“Mengetahui mengapa bakteri-bakteri patogen yang berlainan merespon secara berbeda pula terhadap perubahan iklim adalah apa yang dibutuhkan untuk membantu kita memprediksi dan menangani penyebaran penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan,” lanjutnya.

Beberapa benua sudah jauh lebih siap dibandingkan benua lain dalam menghadapi wabah yang akan datang, seperti Amerika Utara dan Eropa, yang memiliki “pemantauan, vektor pengendali, sanitasi modern, obat-obatan, dan vaksin yang dapat diberlakukan untuk mencegah penyebaran berbagai macam penyakit, terutama penyakit menular atau diare yang jauh lebih bermasalah di negara-negara berkembang. Jadi hal-hal ini dapat melawan efek-efek perubahan iklim dan menyulitkan untuk mendeteksi peningkatan bakteri patogen tersebut,” kata Altizer.

“vektor pengendali” merujuk kepada parasit pengendali seperti caplak dan nyamuk, yang dikenal sebagai penyebar demam kuning dan malaria.
Di negara-negara berkembang, penyebaran patogen dapat menghancurkan ekonomi pertanian. Tanaman dan hewan ternak mati. Kehidupan para petani dan keluarganya dipertaruhkan.

Seberapa khawatirkah mestinya kita? Menurut Altizer jawabannya tidak harus selalu jelas.

“Hal itu sangat tergantung dari lokasi. Di mana, kapan dan patogen seperti apa? Saya pikir saat ini kita berada dalam tahap, di mana dalam lima sampai sepuluh tahun lagi para ilmuwan akan dapat bergerak menuju kerangka berpikir yang dapat diprediksi, yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai di mana lokasi, dan bakteri patogen seperti apa yang merespon dan akan paling kuat merespon terhadap perubahan iklim.”

Efek-efek dari pemanasan global perlahan mulai terungkap dan akan berlangsung lama, sehingga sangat penting untuk mendokumentasikan dan menganalisis data.



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 13 Agustus: http://anashell.blogspot.com/2013/08/the-plague-could-be-coming-global.html

[ pemanasan global, Sonia Altizer, Universitas Georgia, krisis ekonomi, korupsi, affordable energy, Ana Shell NRGLab, ana shell sh-box, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, SH-box ]

Tuesday, September 3, 2013

Pag-uusap ng gobyerno at Ana Shell ukol sa proyektong gasification sa Pilipinas

Noong nakaraang ika-14 ng Agosto 2013, naganap ang pagpupulong sa pagitan ng Kagawaran ng Agrikulutra ng Pilipinas at Ana Shell, may-ari ng  ’Territory of Shell’ (www.anashell.com), at NRGLab Company na naka-base sa Singapore (www.nrglab.asia). Ang nasabing pagpupulong ay nilahukan nina Atty. Emerson U. Palad, Undersecretary at Chief of Staff ng Kagawaran ng Agrikulutra, Manuel Jose C. Regalado, Deputy Executive Director ng Philippine Rice Research Institute (IRRI), Rex L. Bingabing, Executive Director ng Philippine Center for Postharvest Development and Mechanization (PHILMECH), at mga espesyalista sa pananaliksik ng siyensya ng Kagawaran ng Enerhiya sa pangunguna ni Jamie Joseph Q. Castillo.


Ang Pilipinas ay naglalabas taun-taon ng 1.0 bilyong tonelada ng biomass o organic na materyal na hango mula sa mga halaman at hayop, na may katumbas na enerhiyang 200 milyon na toneladang LNG (Liquified Natural Gas) na nagkakahalagang $100 bilyong dolyar.

Sa usapang pang-enerhiya, lumalabas na kayang kumunsumo ng Pilipinas taun-taon ng hanggang 500 milyong tonelada ng palumpong na biomass katulad ng puno ng niyog, palay, tira ng saging at pinya, manga at iba pa.

Ang gasification ng 500 milyong toneladang biomass kada taon ay may katumbas na fuel ng 100 milyong tonelada ng LNG. Ang pagbawi ng gastos sa pagpapagawa ng power plant mula sa synthetic gas (syngas) ay tinatayang 3  taon matapos ang pagsisimula ng operasyon ng planta.

Ang paggamit ng biomass sa Pilipinas ay maaaring pumalit sa kasalukuyang paggamit ng uling, gas o  langis na sinusunog sa paglikha ng kuryente. Bukod dito, ang paglabas ng carbon dioxide ay mababawasan ng kalahati.

Isa sa mga isyung napag-usapan sa nasabing pagpupulong ay ang pagpapatayo ng NRGLab ng unang planta para sa gasification gamit ang kanilang intellectual turbine na may tinatayang 25 mWh na nagkakahalaga ng $25 milyong dolyar.


Ang magsisilbing feedstock ng planta ay makukuha mula sa mga magsasakang Pilipino sa halagang $25 dolyar kada tonelada.

Ang isang taong operasyon ng planta ay nangangailangan ng 210,000 tonelada ng basurang agrikultural o feedstock na nagkakahalaga ng $5,250,000 dolyar. Mula sa nasabing feedstock, 215 bilyong kWh ng enerhiya ang mailalabas. Ang magiging halaga ng nasabing elektrisidad ay nasa $0.12 na katumbas ng kita na $25.8 milyong dolyar.

Sundan lamang ang link upang matutunan ang iba pang mga bagay ukol sa gasification program:

[ territory of shell, Liquified Natural Gas, synthetic gas, Atty. Emerson U. Palad, affordable energy, Ana shell, Ana Shell NRGLab, gasification project, gasification Ana Shell ]

Sunday, September 1, 2013

Alasan Perusahaan-Perusahaan Minyak Mengharapkan Lapisan Es Mencair

Seharusnya sekarang sudah menjadi pengetahuan umum bahwa lapisan es mencair karena suhu permukaan bumi meningkat.  Berbagai film-film terkenal Hollywood dan para pendukung pemanasan global telah menyampaikan kepada kita berbagai skenario kiamat. Zaman es. Tsunami. Badai-badai super. Namun, sebenarnya ada yang mengharapkan lapisan es mencair karena satu hal: minyak dalam jumlah luar biasa besar.


Menurut sebuah laporan Survey Geologi AS, diperkirakan ada 13% cadangan minyak bumi yang belum terjamah, dan 30% gas alam yang berada di bawah selubung tebal es Arktik. Para eksekutif perusahaan minyak ngiler untuk mendapatkan kesempatan mulai melakukan operasi pengeboran. Berbagai bangsa pun demikian. 

Rusia telah mengirimkan armada kapal selamnya untuk menjelajahi Kutub Utara. Amy Crawford, penulis untuk Smithsonian Magazine mengatakan Cina berada diurutan berikutnya.

“Sangat jelas Cina tidak mempunyai garis pantai Arktik. Batas bagian utara Cina berada sekitar 900 mil dari Lingkaran Arktik. Tapi mereka mencari pengaruh.”

Agar Cina bisa ikut bermain, mereka perlu mendapat dukungan dari Kanada, salah satu pemasok utama minyak mentah mereka. Namun jika Kanada memberi dukungan mereka pada Cina, langkah ini akan merusak hubungan Kanada dengan negara tetangga mereka di sebelah selatan, Amerika Serikat.  

AS dan Kanada sedang berlomba-lomba untuk mengontrol Northwest Passage, sebuah jalur laut langsung ke Kutub Utara, yang berkat pemanasan global, bebas dari es untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. Rute ini secara substansial lebih pendek (faktanya: 4.000 mil dan 2 minggu lebih pendek) daripada rute alternative melalui Terusan Panama. Jelas, ini menggambarkan pengumpilan keuangan. Kanada mengatakan bahwa Northwest Passage berada dalam yuridiksinya, sementara AS berpendapat bahwa Northwest Passage merupakan bagian dari perairan internasional.  Biarkan pertengkaran dimulai!

Sebaliknya, Rusia mengendalikan 100% Northeast Passage, memberi mereka keuntungan yang berbeda dalam lomba mengklaim minyak Arktik, yang secara teknis ‘untuk diperebutkan’. Crawford  menulis, “Mereka (Rusia) ditahun 2007 sebenarnya telah mengirimkan kapal selam mini rahasia untuk menancapkan bendera titanium di sana.  Kedengarannya seperti keluar dari buku panduan Christopher Columbus.”

Perusahaan-perusahaan minyak raksasa berlomba-lomba untuk bersaing, tapi sejauh ini mereka terpaksa meninggalkan arena eksplorasi karena ketidakmampuan teknologi yang dimiliki.  Sebagian besar kapal-kapal tanker saat ini tidak dapat bertahan pada suhu Arktik yang di bawah nol dan angin ganas, masalah yang tidak perlu dikhawatirkan oleh kapal selam angkatan laut.

Apakah minyak dan gas sepandan dengan semua kesulitan yang kita lalui? Bukankan akan lebih menghemat biaya apabila negara-negara berinvenstasi pada energi alternatif? Mengapa mengharapkan lapisan es mencair saat kita bisa bekerja sama mendapatkan solusi infrastruktur energi yang bersih dan terbarukan? Kecuali kalau kita memang mau menghabiskan masa pensiun kita di bawah air…


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 30 Juli: http://anashell.blogspot.com/2013_07_01_archive.html 

[ Smithsonian Magazine, affordable energy, Ana shell, Ana Shell NRGLab, ana shell sh-box, electricity production sh box, energy alternative, energy costs. Wal Mart, nrglab asia, NRGLab auction ]

Tuesday, July 23, 2013

Attention small business owners: some keys to keeping energy costs down

It isn’t easy owning a small business in today’s age. Expenses like rent, utilities, and inventory are at all-time highs. Even taxes are expected to spike. Conglomerates like Wal Mart squash small businesses wherever they spring up. So, how can entrepreneurs stay afloat in an increasingly competitive economy? By saving money wherever and however possible.


First off, start by educating and motivating your employees to be more energy conscious. Offer incentives to those who cut down on their electricity usage. Throw an Earth Day celebration. Remember – happy employees are hard-working employees. Keeping costs down is going to require hard work on everyone’s part.

Install smart-thermostats to maximize your heating and cooling systems. You’re paying for your employees to be comfortable. Not relaxed in a tropical or wintry climate.

Invest in an ink-jet printer. They use about 90% less energy than their laser counterparts.

Copying machines actually consume the most energy of all the appliances around your office. It takes quite a lot of energy to warm the toner in order to fuse it to the paper. Even when not in use, copying machines tend to waste a considerable amount of electricity. If you’re thinking of buying a new one, make sure it comes with duplex copying capabilities. Utilizing both sides of a page helps cut down on the machine’s usage.

If you have a T12 lighting system, replace it with T8 energy-efficient fixtures. And if you haven’t already, make sure you upgrade your incandescent lights to compact fluorescent lamps. They’ll save you money and last longer.

Speaking of lighting – turn off all non-essentials. Not using the conference room? Why keep it lit? Installing motion-detectors helps keep the lights on where they’re needed.

Do your employees still use bulky desktop computers? Think about exchanging them for laptops, which draw about 1/10th the energy. Prefer looking at the larger screen? Go ahead and plug your laptop into a larger monitor. That will still cut your energy usage in half!

But, if you insist on keeping the desktop computers, have your employees shut off their monitors if they don’t intend on using them for 30 minutes or more. The monitor alone draws about half of the computer’s overall energy.

You know the saying – TGIF! Make sure all computers, printers, copiers, and appliances are switched off or unplugged for the weekend.


Don’t let the times frustrate you. Don’t just stay afloat, either. Adapt to the ever-expanding global market and rise above your competition by demonstrating your superior energy awareness. Join the green revolution and help fight the effects of global warming. When you receive next month’s utility bill, you’ll be happy you did…

[ small business, energy costs. Wal Mart, Earth Day, affordable energy, NRGlab, nrglab asia, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, sh-box nrglab, ana shell sh-box, SH-box ]

Monday, June 24, 2013

A few simple tips to big energy savings!

You could be saving as much as 85% on your monthly energy bills by making a few simple efficiency upgrades, says Jeff Wilson, a ‘Do It Yourself’ expert who’s hosted more than 200 episodes on stations like HGTV.



First, replace your old incandescent light bulbs with longer lasting, and now more affordable, LEDs. “They have great light quality,” says Wilson. “They’re dimmable and will save you between 70 and 90% on energy costs. The trim just pops out on your ceiling canned lights, you unscrew the bulb, and just screw in the LED adapter, and plug it into the back of the new light housing! And four springs hold it in.”

While many of you are probably already aware of these energy-efficient LEDs, something you probably haven’t heard of before is a shower-drain heat recovery unit. Sound complicated? It’s not! This device reuses the heat from water that runs down the drain by collecting it in a separate coil.

 “The used water is piped around a main copper pipe. The heat that’s in the shower water is transferred to the incoming cold water line. That means you’re going to use less hot water from your hot water tank to take your shower. (About) 40 percent less hot water,” Wilson explains.

This heating system can be installed for less than $400 and pays for itself in less than two years! Spend a dime now. Save a quarter later. And take more steamy hot showers!

Finally, new spray-coated insulator is helping homeowners keep the heat in during the winter, the cold in during the summer, and energy prices down across the board. Kits are available for ‘Do It Yourselfers’ for around $200. Spray the coating around door frames, in the basement, attic – anywhere you think there might be a leak.

Some, like Wilson, are even coating their entire homes in this new insulator, creating an energy force field! “It’s far more effective than other insulation,” he says. The stuff comes in two tanks that mix together. It goes on wet, and when it cures, it expands to six times its size, and it’s inert when it’s cured, so it’s safe. When you’re spraying it on, you want to wear protective gear, but once it’s cured, it’s a highly effective insulator and air sealer.”

After adhering to these three tips, Wilson has reduced energy costs on his 70-year-old home by a whopping 85%! But you don’t have to be as extreme as Wilson. Listening to even one of these tips will help you save money while simultaneously cutting down on your carbon footprint.

So what are you waiting for? Get moving! You’re letting your hard earned money go to waste as you read this very sentence!

Truly Yours,
Ana Shell

Monday, May 6, 2013

Masih Berjuang untuk Minyak Bumi yang Melimpah?


Tidak percaya jika masih ada para politisi di luar sana yang berhutang budi pada perusahaan-perusahaan minyak raksasa? Cobalah ditelaah kembali. Senat Amerika Serikat akhirnya menyelesaikan anggaran federal 2014 minggu ini. Para senator mengajukan ratusan amandemen untuk dipertimbangkan; dan seperti biasa, para pemimpin konservatif secara khusus mengajukan amandemen yang melemahkan kebijakan-kebijakan tentang iklim secara drastis. Alih-alih melindungi kepentingan umum dan memperjuangkan energi ramah lingkungan, mereka justru lebih memilih untuk melindungi kepentingan mereka sendiri.


Berikut ini adalah 7 amandemen yang sangat mengerikan, dan TIDAK dimasukkan ke dalam anggaran, tapi andaikan saja disetujui dalam proses pembahasannya, bukan tidak mungkin akan masuk dalam anggaran.

  1. Blunt  Nomor 261 akan merintangi UU mendatang mengenai pengenaan pajak karbon untuk mengurangi polusi industri. Amandemen ini akan memungkinkan setiap pengenaan pajak karbon akan ditolak oleh tiga per lima suara. Namun, dua tahun terakhir ini dampak pemanasan global telah dirasakan secara teratur. Pada tahun 2011 dan 2012, Amerika Serikat mengalami 25 bencana alam yang berhubungan dengan iklim, seperti badai topan, gelombang panas, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, telah mengakibatkan kerugian  yang diperkirakan mencapai $188 milyar.
  2. Inhofe Nomor 359 akan mencegah Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menegakan UU Udara Bersih, yang mengatur emisi polutan. EPA mengusulkan standar karbon untuk pembangkit listrik yang baru di tahun 2012 silam, karena dua per lima dari polusi karbon di Amerika Serikat berasal dari pembangkit listrik.
  3. Murkowski Nomor 370 akan “meningkatkan produksi minyak dan gas alam di lahan dan perairan federal”, meskipun produksi minyak mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa dekade.  Di samping meningkatnya kegiatan pemompaan di lahan nonfederal,  Layanan Penelitian Kongres (Congressional Research Service) mencatat bahwa produksi minyak di lahan federal meningkat dari tahun 2008. Lalu apa yang menjadi masalahnya? Pemompaan berpotensi mencemarkan sumur, meracuni ternak, dan menciptakan sejumlah masalah ekologi yang tidak terduga.
  4. Cruz  Nomor 470 akan membatasi jumlah kepemilikan tanah federal di setiap negara bagian, sebuah upaya konservatif untuk menyerahkan properti ke pihak swasta dalam rangka memperluas kegiatan pengeboran minyak. Pemerintah saat ini menguasai 500 juta acre lahan publik yang menyediakan dua juta pekerjaan dan stimulus ekonomi lebih dari $300 miliar.
  5. Coats Nomor  514  Akan membuat pemotongan pada perlindungan khusus yang dijamin oleh UU Udara Bersih dengan memberikan wewenang kepada presiden untuk membebaskan setiap perusahaan dari kewajiban mematuhi standar polusi udara berbahaya selama dua tahun.  Amandemen ini pada pokoknya akan memberi peluang bagi pembangkit listrik tenaga batu bara untuk tetap bisa beroperasi. Hal terburuk apa yang dapat terjadi?  Metil-merkuri yang berasal dari polusi batu bara yang meningkat dalam ikan dapat meracuni wanita hamil. Hal ini dapat mengganggu perkembangan otak anak-anak, termasuk memori, bahasa, dan kemampuan berkonsentrasi. Dengan menjaga pembangkit listrik batu bara untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dan  berdasarkan undang-undang, diperkirakan bahwa UU Udara Bersih dapat mencegah hingga 17.000 kematian prematur setiap tahun. EPA menyimpulkan bahwa "nilai (kehidupan) ini akan setara  dengan  $ 37-90 milyar per tahun."
  6. Alexander Nomor 516 akan mencabut kredit pajak untuk produksi listrik tenaga angin. Padahal kredit sebesar 2.2 sen/KWH listrik mendorong orang untuk berinvestasi di bidang energi angin. Selama satu abad terakhir, perusahaan minyak besar telah menerima $80 untuk membantu setiap $1 alternatif energi terbarukan.
  7. Vitter Nomor 544 akan mencabut wewenang presiden untuk melindungi mercu tanda (landmarks) sejarah bangsa Amerika berdasarkan UU Zaman Kuno. sejak UU ini diberlakukan pada tahun 1906, UU Zaman Kuno telah melindungi situs-situs seperti Patung Liberty, Grand Canyon, Muir Woods, Acadia, dan Zion.
Pandangan dunia atas pemanasan global pun mulai berubah. Namun, jika Anda hanya menunggu para pemimpin Anda berbuat sesuatu untuk Anda, maka Anda hanya akan menunggu lama.  Ambil sikap untuk menentang penggunaan minyak bumi dalam skala besar. Berjuanglah untuk energi bersih. Berjuanglah untuk masa depan. Kunjungi nrglab.asia untuk informasi lengkap tentang bagaimana Anda dapat menjadi bagian dari gerakan untuk perubahan.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 27 Maret 2013 di http://anashell.blogspot.sg/2013/03/still-fighting-for-big-oil.html

[ affordable energy, Ana shell, Ana Shell NRGLab, Anastasia Samoylova, Ana Shell Singapore, krisis ekonomi, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур ]

Wednesday, March 27, 2013

Still fighting for big oil?


Don’t think there are still politicians out there indebted to big oil? Think again! This week, the United States Senate finally passed their 2014 federal budget. Senators introduced hundreds of amendments for consideration; however, it was the conservative leaders in particular who introduced amendments that would have drastically undercut climate policies. Coming as no surprise here, these politicians would rather protect their own interests and fight for big oil then protect the public and fight for green energy.



Here’s a list of the 7 most egregious amendments that were NOT included in the budget, but could’ve been if they had past the floor.

  • Blunt #261 would’ve blocked future legislation from imposing a carbon tax to reduce industrial pollution. The amendment would allow any carbon tax measure to be turned down by a three-fifths vote.  And yet, the impacts of global warming have been felt regularly over the past two years.  In 2011 and 2012, the U.S. suffered from 25 climate related storms, heat waves, drought, floods, and wildfires that caused an estimated $188 billion in damages.
  • Inhofe #359 would’ve prevented the Environmental Protection Agency from enforcing the Clean Air Act, which regulates pollutant emissions. The EPA proposed the carbon standard for new power plants back in 2012 since power plants are responsible for two-fifths of U.S. carbon pollution.
  • Murkowski #370 would’ve “increased oil and natural gas production on federal lands and waters,” despite oil production operating at its highest level in several decades. In addition, the Congressional Research Service noted that oil production on federal land was up from 2008 despite a rise in fracking operations on nonfederal lands. The problem? Fracking has the potential to pollute wells, poison livestock and create any number of unpredictable ecological problems.
  • Cruz #470 would’ve limited the amount of federally-owned land in each state -- a conservative attempt to hand public property over to private institutions in order to expand drilling operations. The government currently controls 500 million acres of public land which provides two million jobs and over $300 billion in economic stimulus.
  • Coats #514 would’ve made cuts to essential protections guaranteed by the Clean Air Act by authorizing the President to pardon any company from complying with air toxics standards for a two-year period. The amendment would’ve essentially offered a “get-out-of-jail-free” card to coal-burning power plants. What’s the worst that could happen? Well, methyl-mercury from coal pollution accrues in fish, which can poison pregnant women. It can impair brain development in young children, including memory, language, and attention span. By keeping coal-burning power plants up-to-date and under-code, it’s estimated that the Clean Air Act prevents up to 17,000 premature deaths each year.  The EPA concluded that “the value of these (lives) would amount to $37–90 billion per year.”
  • Alexander #516 would’ve repealed the wind production tax credit. This credit of 2.2 cents per kilowatt hour of electricity entices people to invest in wind energy. Over the past century, big oil companies have accepted $80 in support for every $1 towards renewable energy alternatives.
  • Vitter #544 would’ve stripped the President of the authority to protect the nation’s historical landmarks under the Antiquities Act. Since its inception in 1906, the Antiquities Act has protected sites like the Statue of Liberty, the Grand Canyon, Muir Woods, Acadia, and Zion.
The world is finally starting to come around to the effects of global warming. However, if you’re waiting for your elected officials to get things done for you, you may be waiting a while. Take a stand against big oil. Fight for clean energy. Fight for the future. Visit nrglab.asia for more information on how you can be a force for change.  

[ NRGlab, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, global warming, clean energy, Ana shell, affordable energy, energy alternative, SH-box, NRGLab Pte Ltd ]

Thursday, March 21, 2013

NRGLab Feb.5 Auction Report

We had such an interesting and fun event at the Raffles Hotel in Singapore. At the beginning of the evening we asked everyone a question - whether our guests would like to see the extreme tests of our SH-boxes and cells. And we heard from all of them: "Yes", "Yes", "Yes". At the request of many participants, who wanted to have more time for Due Diligence, we agreed to postpone the Auction to April. You can follow the latest news and events on our website (www.nrglab.asia).



Pop star Mika Newton performed throughout the evening. A presentation on the Singapore electricity market was made by Mr. John Lee of Solbing Filippi Consulting. Roger Lee gave a marketing presentation. There were many questions from the audience. Ana Shell covered highlights of the legal issues by arrangement with TSMP law corporation. Our Singapore partner Mr. Chan involved in SH-6 pod production discussed our cooperation and machining process.


After this, with the help of our volunteer Zac, we have demonstrated the process of making our power cells in front of a group of potential licensees.

Moving now to the second part of the evening, we went to our offices in the production area. We brought champagne and Coca Cola with us to continue the celebration and conduct some extreme tests on our SH-6 cells.



[NRGLab, NRGLab Singapore, NRGLab Pte Ltd, Ana Shell, Ana Shell NRGLab, NRGLab auction, SH-box, affordable energy, cheap electricity, crystal technology, energy, energy alternative, NRGLab Company, Anastasia Samoylova, Anastasia Samoylova NRGLab, Singapore NRGLab Pte. Ltd., Singapore NRGLab Company ]