Showing posts with label energi NRGLab. Show all posts
Showing posts with label energi NRGLab. Show all posts

Wednesday, January 1, 2014

Ketimpangan Energi yang Membatasi Demokrasi

NRGLab (ww.nrglab.asia) didedikasikan untuk mengembangkan energi alternatif terbarukan untuk masa depan. Dengan mengenalkan listrik ke dunia ketiga dengan harga lebih terjangkau bagi semua orang, kita dapat mendemokrasikan energi dan informasi dengan cara yang tidak mungkin terpikirkan sebelumnya.  Tetapi untuk memahami hubungan antara energi, informasi, dan demokrasi yang kuno, terlebih dahulu kita perlu menelaah apa artinya menjadi 'demokratis'.



Biasanya, orang memikirkan demokrasi dalam pengertian sempit - semua orang mendapatkan hak suara yang sama untuk memilih pemimpin mereka berikutnya. Kalau begitu, ini sama saja dengan mundur ribuan tahun lalu ke zaman Yunani kuno. Seperti yang pernah dikatakan Winston Churchill, "Demokrasi memang mempunyai banyak kekurangan, tapi inilah yang terbaik dari bentuk pemerintahan yang buruk lainnya."

Aspek yang paling penting untuk mempertahankan demokrasi adalah para pemilih yang cerdas. Ketika memercayakan kebebasan memilih bagi rakyat, kita juga harus memercayakan mereka dengan kebenaran. Siapa yang membela persoalan apa? Masalah apa yang paling mendesak dan penting? Ke manakah arah dunia kita?

Pertanyaan-pertanyaan ini memengaruhi para pemilih, para pemilih memengaruhi kebijakan, dan karena sifat politik global, tentu saja akan turut memengaruhi seluruh dunia. Dan ketika menyangkut kebijakan energi, pencairan gletser membuktikan bahwa tidak ada masalah yang lebih mendesak dari hal ini.
Kita semua bergantung pada energi untuk melakukan perjalanan pulang pergi bekerja setiap hari. Untuk memasak makanan kita.  Untuk memanaskan air mandiri di malam hari. Kestabilan ekonomi bergantung pada akses energi yang dapat diandalkan bagi bangsa tersebut.  Namun mayoritas sumber energi seperti batu bara, minyak, gas, dan uranium, yang jumlahnya terbatas dan hanya ditemukan di tempat tertentu, dikendalikan oleh segelintir konglomerat energi.

Lalu, di manakah letak nilai demokrasi di sini?
Bila kekuasaan dikonsolidasikan ke tangan beberapa gelintir orang saja, maka mayoritas menjadi budak kelompok minoritas ini. Telah lama kita dikondisikan untuk menginginkan bahan bakar fosil sehingga keinginan kita saat ini jauh melampaui kebutuhan kita. Dilema moral antara mengonsumsi ini versus tanggung jawab sosial membatasi demokrasi. Agar warga negara, CEO, dan politisi bebas untuk memilih arah yang terbaik bagi planet bumi, pertama-tama kita harus membebaskan diri dari konglomerasi penguasa energi.

Kita memiliki kemampuan untuk melewati puncak industri dari abad sebelumnya. Kita bisa beradaptasi dengan perubahan iklim melalui investasi pada energi bersih. Kita bisa menghancurkan pemikiran ekonomi kuno yang mengancam demokrasi bagi anak cucu kita dengan mematuhi ambang batas karbon.

Itu sebabnya NRGLab selalu memberitahukan perkembangan terbaru dalam bidang energi, bisnis, dan teknologi baru setiap hari dari seluruh dunia.  Kami ingin Anda tetap mendapatkan informasi terbaru.  Tetap mempunyai rasa ingin tahu. Tanpa membedakan tempat tinnggal dan latar belakangan Anda.  New York. Papua Nugini. Selandia Baru. NRGLab ingini memberikan Anda kebebasan memilih karena kita bekerja sama untuk menuju masa depan baru dan lebih baik.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 27.11: http://anashell.blogspot.com/2013/06/energy-imbalance-strangles-democracy.html 

Ketimpangan Energi, Membatasi Demokrasi, energi biomassa, energi NRGLab, Ana Shell NRGLab, Ana shell, NRGlab, Winston Churchill ]

Tuesday, December 10, 2013

Gas alam Israel dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah

Penemuan cadangan gas dalam jumlah sangat banyak di Israel dalam sekejap telah mengubah negara ini menjadi raksasa energi hijau (baca: ramah lingkungan) dan pemain utama dalam industri ini.
Selama berabad-abad, Israel, selalu menjadi kartu mati negara-negara Timur Tengah yang berlomba-lomba mengimpor minyak, namun sekarang negara ini mempunyai gas alam yang cukup, tidak saja untuk meraih kemandirian energi, namun juga untuk mulai mengekspor ke pasar luar negeri, termasuk ke Eropa.

Beberapa perwakilan Israel telah mengusulkan perjanjian “gas untuk perdamaian” dengan harapan devolatisasi Timur Tengah. Namun, negara-negara Arab pastinya tidak akan mau bekerja sama dengan negara Yahudi ini, sekalipun harga gas ditawarkan menarik sekali. Permusuhan antara bangsa Arab dan Yahudi yang sudah belangsung selama ribuan tahun teramat mendalam dan berakar pada perbedaan agama yang tidak dapat diperbaiki.  
Phinas Avivi, Direktur Hubungan Strategis pada Kementrian Luar Negeri Israel, mengatakan adanya “kemungkinan campuran yang menarik” sedang bermain. “Caranya adalah menggunakan gas untuk menyelesaikan permasalahan, bukan membuat permasalahan baru.”
Meskipun Israel memiliki pengaruh terhadap wilayah lainnya di jazirah tersebut, nampak seolah-olah kepemimpinan Israel tidak akan digunakan untuk menggertak negara-negara di sekitarnya. Dalam minggu-minggu mendatang, mereka diharapkan akan mengumumkan rencana insentif pajak dan pembatasan ekspor gas alam dengan harapan dapat mengatur komoditas yang dicari ini. 
Para ekonom juga telah mengingatkan kemungkinan adanya ‘gelembung’ gas alam di Israel, karena pemasukan ‘petrodolar’ yang tiba-tiba dapat membuat nilai mata uang shekel mengalami inflasi, melumpuhkan daya saing negara tersebut di wilayah perdagangan lainnya.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memuji produksi di repository Tamar yang mulai beroperasi bulan Maret lalu sebagai “sebuah langkah penting menuju kemandirian energi.” Tamar hanyalah ladang gas pertama yang diatur untuk dioperasikan tahun ini. Sedangkan cadangan gas lepas pantai terbesar bernama Leviathan, dijadwalkan akan dapat diakses pada tahun 2016. Leviathan mengandung gas alam yang cukup banyak untuk memasok seluruh Uni Eropa selama lebih dari setahun!
Bagaimanapun, gas alam tidak sama dengan minyak bumi yang Anda gunakan sebagai bahan bakar untuk mobil Anda, atau untuk memanaskan rumah Ana. Liquid Petroleum Gas (LPG) adalah gabungan gas-gas hidrokarbon dan diproduksi selama penyulingan minyak mentah dan gas alam. Prosesnya rumit dan mahal.
NRGLab telah mengembangkan proses gasifikasi yang lebih efisien untuk mengubah gas alam, batu bara, dan limbah pertanian menjadi bahan bakar bersih. Terobsoan ini mempunyai potensi menghemat miliaran dolar bagi negara-negera, seperti Israel, yang mengejar peluang ekonomi baru. Ketika pasokan gas alam menjadi terbatas, mengapa mengambil risiko membuang satu ons saja produk yang berharga?
Kunjungi http://www.nrglab.asia untuk mempelajari selengkapnya tentang proses dan cara menjadi bagian dari revolusi teknologi energi-hijau.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 17 November: http://anashell.blogspot.com/2013/11/israels-natural-gas-may-ease-tensions.html

[ Gas alam Israel, Timur Tengah, energi hijau, mengimpor minyak, kemandirian energi, pasar luar negeri, Ana shell, energi NRGLab, NRGlab ]

Tuesday, November 19, 2013

Penghematan Energi dan NRGLab

Dewasa ini, efesiensi energi menjadi menjadi salah satu faktor bagi konsumen dalam mengambil keputusan. Mulai dari kebutuhan rata-rata bensin per kilometer untuk sebuah mobil baru, atau ukuran rumah yang akan dibeli, setiap sen diperhitungkan pada era ekonomi saat ini. Jadi mengapa harus membuang-buang uang hanya karena TIDAK efisien?

Tingginya tingkat efisiensi energi atau EER (Energy –Efficiency Rating) dapat mengurangi tagihan bulanan seorang pemilik rumah. Survei  menyeluruh terhadap EER tahun lalu  menunjukkan bahwa 44% dari masyarakat menginginkan lebih banyak lagi pengembangan  bangunan ramah lingkungan atau bangunan hijau ini. Namun, dalam rangka mendorong laju penyebaran renovasi energi, kita harus mengombinasikan dua indeks yang dipakai saat ini: Operational Rating System (ORS) dan Asset Rating System (ARS). Mengapa?
ORS menghitung tagihan energi bangunan pada bulan-bulan sebelumnya dan luas bangunan serta menghitung tingkat persentilnya. Sejak tahun 2008, dua negara bagian dan beberapa kota di Amerika Serikat bergantung pada sistem ini. Bagi masyarakat awam, penggunaan ORS sangat masuk akal. Namun ada satu kekurangannya yang sangat jelas: Bagaimana Anda membandingkan struktur sebuah bangunan yang dibangun tahun 1950-an dengan yang dibangun pada abad ke-21? Kedua bangunan tersebut dibangun dengan material yang berbeda. Dengan model arsitektural yang berbeda pula. Singkatnya seperti membandingkan buah apel dengan jeruk.
Itulah sebabnya para ahli mengembangkan ARS.  ARS  menganalisis pemakaian energi pada infrastruktur bangunan dan kemungkinannya di masa yang akan datang. Untuk bangunan yang lebih baru, hal  ini dapat menunjukkan kepada calon pembeli cara terbaik memaksimalkan sistemnya.  Begitu bangunan mulai beroperasi, ORS menjadi penting bagi pemilik bangunan, karena ORS menandai  para pemilik bangunan yang memboroskan energi.
Clay Nesler, Wakil Presiden Divisi Efesiensi Bangunan Johnson Controls, sebuah perusahaan yang di bidang efesiensi energi, mengklaim bahwa EER seharusnya dilihat sebagai “salah satu perangkat yang, jika digabungkan dengan kebijakan lainnya, dapat  mendongkrak  investasi di bidang efesiensi energi.”
Jadi apakah Anda juga dipusingkan dengan segala masalah  teknis ekonomi yang membingunkan ini?
Untungnya saat ini ada beberapa negara, termasuk Australia yang berhasil melepaskan diri dari masalah ini. Mereka hanya menyewa bangunan dengan tingkat EER yang tinggi. Dan karena pemerintah Australia menyewa lebih banyak tempat daripada perusahaan swasta lainnya, maka bangunan dengan tingkat EER yang lebih rendah otomatis mengalami penurunan nilai jual.
Pada 2010, Uni Eropa berhasil meloloskan UU Kinerja Energi dalam Pedoman Bagunan, undang-undang yang mensyaratkan kepada seluruh negara untuk meningkatkan standar efesiensi energinya. Pada survei EER tahun lalu, responden lebih insentif pajak dan pengurangan pajak atas bangunan dengan EER tinggi daripada inventasi pemerintah untuk merenovasi dan merestorasi bangunan.
Dengan mengombinasikan kedua perhitungan efesiensi energi ini, sesungguhnya pemerintah dapat membantu  lebih banyak dunia usaha mendapatkan sertifikasi hijau, sehingga akan mendorong sektor-sektor lainnya untuk melakukan hal serupa.
NRGLab, nyatanya dapat membatu rumah atau kantor Anda, untuk menghemat energi dengan SH-Box,  sebuah generator portabel yang menghasilkan energi alami sesuai tarif saat ini $0,03 per kW!
Berminat? Kunjungi www.NRGLab.asia untuk informasi lebih lanjut mengenai SH-Box bebas karbon, dan bergabunglah dalam gerakan energi ramah lingkungan sebelum terlambat.  


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 20 Juni: http://anashellnrglab.wordpress.com/2013/06/20/energy-efficiency-and-nrglab/

Penghematan Energi, energi, energi NRGLab, EER, Energy Efficiency Rating, Operational Rating System, Asset Rating System, SH-box, Ana shell, ana shell sh-box, NRGlab ]

Sunday, November 10, 2013

Energi hijau sama dengan pertumbuhan lapangan kerja

Berkat energi hijau (baca: ramah lingkungan), lebih dari 34.000 orang di Inggris Raya saja mendapat pekerjaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan papan mereka. Angka tersebut meningkat hampir  75% sejak tahun 2010, ketika RenewableUK, asosiasi perdagangan nirlaba di bidang energi terbarukan yang terkemuka, melakukan sebuah penelitian mengenai lapangan kerja pada industri energi angin, gelombang, dan pasang surut.



Ketika kita membahas tentang energi ramah lingkungan, akan ada banyak pihak terlibat dengan berbagai peran yang berbeda. Mulai dari perencanaan dan pengembangan, hingga konstruksi dan instalasi, perawatan, pabrikasi, dan layanan pendukung. Satu hal yang pasti – energi ramah lingkungan sama dengan lapangan kerja.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 91% dari orang-orang yang dipekerjakan di sektor ini adalah warga negara Inggris Raya, yang 1/5 di antaranya adalah perempuan.

Usaha-usaha kecil juga memainkan peranan penting dalam sektor ini, dengan 80% dari seluruh bisnis yang bergerak pada industri energi angin, gelombang, dan pasang surut ini mempekerjakan kurang dari 250 orang, dan lebih dari setengah usaha tersebut yang mempekerjakan kurang dari 25 orang.

Menurut RenewableUK, pemerintah dapat menciptakan lebih dari 70.000 pekerjaan pada dekade berikutnya dengan adanya pembiayaan yang tepat dan dukungan masyarakat.

“Laporan saat ini dengan jelas menunjukkan bagaimana industri energi angin, gelombang, dan pasang surut menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” kata Maria McCaffery, CEO RenewableUK. "Ada ratusan ribu orang di seluruh negeri ini yang bekerja dengan keahliannya memimpin pembangunan industri terkemuka dunia di Inggris, menyediakan energi ramah lingkungan yang andal. Industri energi angin, gelombang, dan pasang surut  kita dapat mempekerjakan lebih dari 70.000 orang pada dekade berikutnya. Sektor energi angin lepas pantai sendiri dapat mempekerjakan hampir 45.000 pekerja pada tahun 2020-an. Sebagai sebuah industri, kami benar-benar menciptakan lapangan kerja baru dari alam.”

Namun, dalam beberapa skenario, laporan tersebut memproyeksikan bahwa energi angin lepas pantai, tanpa adanya dukungan tambahan sumber energi alternatif lainnya, sesungguhnya dapat memperlebar jenjang pengangguran.

 “Agar dapat benar-benar memanfaatkan keuntungan ekonomis dari teknologi kami, kami harus memastikan adanya kepastian untuk industri ini,” lanjut McCaffery. “Kepastian tingkat distribusi pekerjaan di masa depan dalam industri energi angin, gelombang, dan pasang surut pada dekade berikutnya akan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi pada orang dengan keahlian yang tepat, serta menjamin bahwa kami memaksimalkan jumlah pekerjaan kerah hijau yang kami ciptakan karena kami mentransformasikan sistem kelistrikan kami.

NRGLab bersyukur telah mempekerjaan orang-orang terbaik dan tercerdas saat ini dari berbagai bidang. Insinyur Mesin. Pemodal ventura. Ahli klimatogi. Wartawan dan ahli ekonomi.

Karena untuk dapat menanggulangi krisis iklim dan energi yang kita hadapi, kita harus bergantung pada kolaborasi yang kreatif. Kunjungi nrglab.asia untuk mengetahui selengkapnya tentang apa yang kami lakukan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi jutaan orang.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 24 September: http://anashell.blogspot.com/2013/09/green-energy-equals-job-growth.html

[ Energi hijau, energi, RenewableUK, Maria McCaffery, pertumbuhan lapangan kerja, affordable energy, energi NRGLab, NRGlab, Ana Shell NRGLab, Ana shell ]

Tuesday, October 29, 2013

Ledakan Energi AS – Mubazir?

Embargo minyak AS di Timur Tengah pada tahun 1973 mengakibatkan era kelangkaan energi. Sekarang, empat puluh tahun kemudian, negara berada di puncak revolusi energi dan gelombang ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ada apa dibalik revolusi ini? Teknologi baru!


Berbagai terobosan teknologi seperti pengeboran horizontal dan fraktur hidrolik (fracking) memungkinkan perusahaan-perusahaan energi menyadap cadangan minyak dan gas yang besar. Angin dan solar yang dianggap sebagai fantasi energi ramah lingkungan sekarang justru dianggap layak secara ekonomi.  Berbagai fasilitas publik  mengubah infrastruktur energi usang kita menjadi infrastruktur yang lebih cerdas dan jauh lebih efisien. 

Di tahun 2020, AS akan dapat memproduksi minya sebanyak yang dikonsumsi, dengan demikian akan mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak Timur Tengah yang kerap kali tidak stabil dan sulit diprediksi.

 “Transformasi yang telah kita saksikan selama beberapa tahun belakangan ini mulai dari kelangkaan yang parah hingga berkelimpahan, semuanya nyata,” ujar Jason Bordoff, Direktur Kebijakan Energi Global Universitas Columbia.

Manfaatnya jelas. Dengan mengganti batu bara dengan gas alam yang lebih murah, meskipun AS memperkuat manufaktur domestiknya, namun mereka telah mengurangi emisi karbon. Artinya  bahwa miliaran dollar yang dulunya terbang ke luar negeri sekarang bisa tetap tinggal di dalam negeri, sebagai modal untuk investasi masa depan.

Namun, kelimpahan energi juga merupakan serangkaian tantangan baru tersendiri. Para pecinta lingkungan telah memprotes keterlibatan pemerintah dalam  kegiatan fracking minyak dan gas, dan para ekonom telah memperingatkan bahwa ledakan energi – seperti ledakan dot com di tahun 90an – dapat terjadi  setiap saat.

Namun, ledakan tidak hanya terjadi pada minyak dan gas saja, energi terbarukan seperti solar dan angin juga tumbuh pesat. Dan berkat fokus pemerintah pada efisiensi energi, sekarang “nilai uang yang dikeluarkan” AS tiga puluh tahun lalu menjadi dua kali lipat, ketika ekonomi saat itu hanya seperti dari ukurannya sekarang!

Gas rumah kaca global telah mencapai tingkat tertingginya tahun lalu, dan pada bulan Juni Badan Energi Internasional mengklaim bahwa kita mengalami peningkatan temperatur sebesar 9.5°F di akhir abad – yang bakal hampir menggantikan akhir peradaban sebagaimana yang kita ketahui.

Direktur Eksekutif Energi dan Keberlangsungan di Universitas California – Davis, Amy Myers Jaffe mengakatan,”orang tidak dapat lagi bergantung pada harga minyak yang tinggi dan kelangkaan bahan bakar fosil untuk memotivasi agenda iklim. Seluruh gambarannya telah berubah.”


Jadi, apakah mubazir itu buruk bagi Anda? AS sedang mencari tahu.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 6 Oktober: http://anashell.blogspot.com/2013/10/the-us-energy-bubble-too-much-of-good.html

[ Energi, energi NRGLab, Departamen Energi, energi AS, affordable energy, teknologi baru, Jason Bordoff, Energi Global Universitas Columbia, Universitas California, Ana shell, Ana Shell NRGLab ]

Sunday, October 20, 2013

Trend Gasifikasi Biomassa

Energi biomassa diciptakan melalui pembakaran atau konversi biokimia materi organik untuk dipergunakan sebagai bahan bakar. Beberapa materi organik yang digunakan untuk energi biomassa termasuk kayu, serbuk gergaji, rumput, jagung, tebu, limbah pertanian, dan tanaman hidup lainnya. Ada banyak proses untuk mengubah biomassa menjadi energi.


Jika terdiri dari limbah, biomassa memiliki nilai tambah dalam mengubah sampah menjadi energi, jika dari bahan hasil pertanian, maka dapat memberikan keuntungan secara ekonomi kepada petani. Juga mungkin untuk menanam tanaman yang dikhususkan untuk aplikasi biomassa, akan tetapi, menggunakan limbah yang ada adalah cara paling hijau untuk produksi biomassa.

Bahan bakar minyak biomassa seperti etanol dapat menghasilkan sekitar lima kali lipat energi yang dipergunakan untuk perbuatannya, yang membuat cara ini terdengar lebih sebagai sumber energi ekonomis. Sisi negatifnya adalah semakin jauh tujuan bahan bakar dikirimkan, maka semakin kurang ekonomis dari segi pembiayaan. Dengan demikian, nilai utama dari proses energi biomassa adalah jika biomassa dipergunakan di tempat di mana biomassa diproduksi, seperti area pertanian dan komunitas di sekitarnya.

Para ahli sedang mencari solusi yang lebih efisien untuk penggunaan energi biomassa, karena enerrgi ini memberikan keuntungan lingkungan sekitar dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Transisi ke biomassa akan membantu dunia mengurangi produksi limbah dan emisi gas rumah kaca. Namun pada saat yang sama, produksi bahan bakar biomassa masih terbilang mahal karena merupakan terknologi yang relatif baru. Perbaikan metode penciptaan bahan bakar secara efisien dan dengan biaya yang lebih terjangkau masih dalam penelitian.


Proses gasifikasi terjadi dengan didukung temperatur tinggi dan pengendalian jumlah oksigen dan uap pada saat mengubah materi karbon seperti petrolium, batu bara, biomassa, and bahan bakar nabati menjadi hidrogen dan karbon monoksida. Proses konversi ini menghasilkan apa yang disebut dengan syngas dan merupakan produk biomassa yang lebih efisien dibandingkan proses pembakaran. Syngas dapat dibakar secara langsung, dipergunakan untuk menghasilkan metanol dan hidrogen dan bahkan dapat dikonversi lebih jauh menjadi bahan bakar sintetis.

Cara paling optimal menggunakan biomassa adalah melalui gasifikasi dengan mengikuti aktuasi di dalam turbin gas.

Di masa mendatang, penerapan yang tepat akan generator turbo harus menghasilkan industri ekonomi, yang mengumpulkan biomassa dalam jumlah besar (pabrik gula, pabrik penyulingan, pabrik pembuatan gula, dll).

Penggunaan biomassa memungkinkan penggunaan negara akan batu bara, gas, atau minyak untuk produksi listrik. Lebih dari itu, jumlah emisi karbon dioksida akan berkurang dua kali lipat.


Turbin gas NRGLab (dalam proses paten) menghasil energi listrik paling terjangkau di dunia dari metana, propana, butana, metanol dan turunannya, sama baiknya dengan syngas dengan harga yang cukup murah yaitu $0.02 USD per kW/h. Turbin NRGLab tidak hanya meningkatkan efisiensi konversi dibandingkan dengan turbin konvensional (sebesar 75%), juga lebih murah. Turbin 25MW oleh NRGLab berharga $15 juta USD, dibanding turbin yang sama yang tersedia di pasar saat ini yang harganya mencapai $40 juta USD. Dengan gasifikasi turbin NRGLab, harga jauh lebih murah setara dengan harga di mana biomassa dibakar tidak sebagai bahan bakar, tetapi sebagai penghasil listrik dengan tingkat keseimbangan yang positif.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 7 Oktober: http://anashell.com/anashell/2013/10/07/biomass-gasification-trend/

gasifikasi biomassa, Proyek Gasifikasi NRGLab, gasifikasi NRGLab, NRGLab, energi biomassa, energi, energi NRGLab, Ana Shell NRGLab, Proses gasifikasi, Syngas, gasification Ana Shell, gasification nrglab, gasification project ]