Showing posts with label krisis ekonomi. Show all posts
Showing posts with label krisis ekonomi. Show all posts

Tuesday, September 17, 2013

Wabah Penyakit Menyerang! Pemanasan Global Penyebabnya

Saat orang mendengar kata “pemanasan global”, yang terlintas dalam benak mereka adalah puncak gunung es yang mencair, naiknya permukaan air laut, dan badai super. Tapi tahukah Anda bahwa pemanasan global juga membuat penyakit menjadi lebih mudah menyebar? Benar – wabah berikutnya bisa saja sedang membayangi. Dan wabah terakhir datang telah merenggut jutaan nyawa!


Bakteri dan parasit berkembang biak di suhu yang hangat, yang biasanya bakteri dan parasite ini bersifat musiman di belahan dunia tertentu. Namun kini, hal itu tidak lagi berlaku. Musim panas yang lebih lama berarti jangka waktu hidup yang lebih lama pula. Lebih banyak penyakit menular. “Ada BANYAK penyakit,” Sonia Altizer,  Associate Professor di Universitas Georgia, menegaskan. “Terutama disistem-sistem alami, di mana ada sinyal yang jelas bahwa prevalensi atau tingkat keparahan dari penyakit-penyakit itu telah meningkat sebagai respon atas perubahan iklim.”

Altizer adalah penulis-bersama dari penelitian yang baru diterbitkan mengenai tren iklim selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dia melanjutkan: “Jadi di Kutub Utara, ada cacing parasit yang mempengaruhi muskox dan rusa kutub yang berkembang biak lebih cepat dan menjadi lebih tersebar dan berekspansi. Kemudian di laut-laut tropis, seperti batu-batu karang di Lautan Karibia, terdapat banyak bukti yang muncul yang menunjukkan bahwa pemanasan berhubungan dengan simbiosis batu-batu karang tersebut – membuat batu-batu karang semakin rentan terhadap penyakit dan pada waktu yang bersamaan memperbesar tingkat pertumbuhan bakteri mematikan.”

Jadi di manapun Anda tinggal – di iklim yang hangat, atau dingin – tidak ada seorang pun yang aman dari bakteri. Untunglah, ada penelitian seperti yang dikerjakan oleh Altizer untuk mempersiapkan kita menghadapi masa depan.

“Mengetahui mengapa bakteri-bakteri patogen yang berlainan merespon secara berbeda pula terhadap perubahan iklim adalah apa yang dibutuhkan untuk membantu kita memprediksi dan menangani penyebaran penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan,” lanjutnya.

Beberapa benua sudah jauh lebih siap dibandingkan benua lain dalam menghadapi wabah yang akan datang, seperti Amerika Utara dan Eropa, yang memiliki “pemantauan, vektor pengendali, sanitasi modern, obat-obatan, dan vaksin yang dapat diberlakukan untuk mencegah penyebaran berbagai macam penyakit, terutama penyakit menular atau diare yang jauh lebih bermasalah di negara-negara berkembang. Jadi hal-hal ini dapat melawan efek-efek perubahan iklim dan menyulitkan untuk mendeteksi peningkatan bakteri patogen tersebut,” kata Altizer.

“vektor pengendali” merujuk kepada parasit pengendali seperti caplak dan nyamuk, yang dikenal sebagai penyebar demam kuning dan malaria.
Di negara-negara berkembang, penyebaran patogen dapat menghancurkan ekonomi pertanian. Tanaman dan hewan ternak mati. Kehidupan para petani dan keluarganya dipertaruhkan.

Seberapa khawatirkah mestinya kita? Menurut Altizer jawabannya tidak harus selalu jelas.

“Hal itu sangat tergantung dari lokasi. Di mana, kapan dan patogen seperti apa? Saya pikir saat ini kita berada dalam tahap, di mana dalam lima sampai sepuluh tahun lagi para ilmuwan akan dapat bergerak menuju kerangka berpikir yang dapat diprediksi, yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai di mana lokasi, dan bakteri patogen seperti apa yang merespon dan akan paling kuat merespon terhadap perubahan iklim.”

Efek-efek dari pemanasan global perlahan mulai terungkap dan akan berlangsung lama, sehingga sangat penting untuk mendokumentasikan dan menganalisis data.



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 13 Agustus: http://anashell.blogspot.com/2013/08/the-plague-could-be-coming-global.html

pemanasan global, Sonia Altizer, Universitas Georgia, krisis ekonomi, korupsi, affordable energy, Ana Shell NRGLab, ana shell sh-box, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, SH-box ]

Sunday, September 8, 2013

Bisnis Global Telah Membuat Konsumen Menjadi “Otomatis Tersihir” Seperti Zombie

Yang namanya bisnis global, pasti berkaitan dengan ekspansi, karena pada hakikatnya bisnis itu selalu mencari pasar baru. Kerap kali, pasar-pasar baru ditemukan pada rumah tangga kebanyakan yang telah kehilangan keuntungan ekonomi sejak era perang. Alih-alih mendukung kerja sama ekonomi, para pemimpin dunia justru mendukung kehidupan yang saling menghancurkan. (http://gt2030.com). Artinya, kalau mereka tidak mau bekerja sama,   bagaimana bisnis global bisa bertahan?


Tahun 1981, Presiden Ronald Reagen menandatangani undang-undang yang memungkinkan para konsumen mengonsolidasikan utang-utang mereka, yaitu dengan mengambil pinjaman baru untuk melunasi utang-utang lama. Terjadilah gelombang iklan masal yang mengajak masyarakat ‘berutang’  demi mendapatkan barang-barang yang sebenarnya tidak mampu mereka beli.

Bisnis-bisnis mulai meyakinkan rumah-rumah tangga untuk mengambil lebih banyak pinjaman, dan membiarkan urusan konsolidasi utang menjadi masalah belakangan. Para operator ponsel menciptakan kebutuhan (semu) untuk terus berkomunikasi tanpa henti. Perusahaan-perusahaan farmasi memaksa pasien-pasien untuk menelan berbagai pil untuk setiap gejala kesehatan kecil sekalipun. Pabrik-pabrik garmen membuat orang-orang tertarik untuk membeli pakaian-pakaian baru untuk setiap musim. Pada praktiknya, setiap orang mengambil pinjaman dari bank untuk membeli sesuatu yang mereka tidak perlukan, atau dengan kata lain menyerahkan uang yang mereka hasilkan dengan susah payah kembali ke bank.

Pemasaran menjadi alat yang sangat mujarab. Penelitian telah membuktikan bahwa emosi, kata-kata, dan gambar mempunyai kemampuan untuk membujuk konsumen agar mau membeli, membeli, dan MEMBELI! Mengapa tidak ada pemasaran di abad ke-19 silam? Karena waktu itu, pasokan barang-barang ada sesuai dengan besarnya permintaan nyata. Tidak ada ilusi “ingin”.  Waktu itu yang ada hanyalah kebutuhan untuk bertahan hidup.

Rasionalitas, berpikir kritis, dan pengetahuan ilmiah adalah musuh-musuh bisnis global. Karena semua itu mencegah konsumen mengambil pinjaman yang tidak perlu, sehingga mengakibatkan terhambatnya ekspansi ekonomi. Karena itulah, sekitar tiga puluh tahun lalu, berbagai bisnis muncul untuk menciptakan konsumen ideal – yang tidak rasional dan tidak bisa berpikir untuk diri mereka sendiri.

Sekarang sudah banyak konsumen ideal tersebut. Nyatanya mereka ada di mana-mana! Mereka mencintai hidup yang dikelabui hanya dengan emosi dan hasrat untuk mendapatkan sesuatu yang baru semata. Melahap apapun demi popularitas sesaat. Mereka ceria, positif, dinamis, dan siap membeli apapun yang “terbaru dan terhebat”. Yang parahnya lagi, mereka tidak menyadari perilaku “otomatis tersihir” seperti zombie ini!

Secara perlahan-lahan, media massa membesarkan konsumen ideal ini. Iklan radio dan TV. Penempatan produk dalam film-film. Semuanya dimulai dari anak-anak usia sekolah dengan kartun dan komik, lalu beralih ke dunia dewasa dengan berlangganan majalah yang mengarahkan persepsi orang tentang dunia. Ada banyak iklan tentang pakaian mahal dan aksesoris. Parfum dan kolonye. Semua yang dibutuhkan orang untuk menjadi “cantik” dan “bahagia”.

NRGLab mengirimkan banyak proposal bisnis ke para manajer perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, sayangnya, sembilan dari sepuluh proposal jatuh ke tangan antek-antek kelas bawah yang tidak bisa melihat potensi keuntungan besar di depan mata mereka. Mereka malas dan tidak termotivasi. “Siapa peduli dengan energi ramah lingkungan?” Pada dasarnya, kalau itu bukan ponsel cerdas baru yang mentereng atau aplikasi iPhone gratis, akan sulit menarik perhatian orang.
       
Tidak seperti para manajer di negara-negara maju, para manajer di negara-negara berkembang lebih berpikiran terbuka. Mereka mampu melihat keuntungan-keuntungan dari proposal bisnis kami. Mereka belum menjadi mangsa mentalitas konsumen. Mereka masih rasional dan hidup dengan warisan dan budaya mereka sendiri.  Padahal, pusat industri dan komersial bakal segera muncul di negara-negara berkembang. Lalu apa yang bakal terjadi?  Akankah mereka bersiap untuk “progres”?


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 29 April:  http://anashell.blogspot.com/2013/04/global-business-has-turned-consumers.html

Ronald Reagen, krisis ekonomi, krisis di siprus, nrglab singapore, nrglab company, NRGLab Pte Ltd, NRGLab auction, NRGlab, nrglab asia, SH-box, sh-box nrglab ]

Tuesday, July 16, 2013

Perusahaan Penyedia Energi Jerman Tersangkut Skandal Korupsi?

Rasanya sulit dipercaya jika perusahaan-perusahaan penyedia fasilitas umum, kelompok pendukung BDEW (Asosiasi Air dan Energi Jerman) kini mengklaim bahwa Jerman berada di ambang skandal penipuan pajak yang besar.


Bukan berarti sekarang ini sektor energi Jerman tidak terlibat skandal sama sekali. Kurang dari empat tahun lalu, mereka menjadi korban sejumlah penipuan yang melibatkan perdagangan emisi karbon!

Lebih dari dua bulan terakhir, regulator pajak berangkat dari Baden-Wuerttemberg ke Hamburg telah mengajukan bukti "penipuan pajak pertambahan nilai dalam perdagangan energi." Lebih dari 1.800 perusahaan penyedia energi negara akan bergiliran diperiksa secara ketat karena pejabat pajak memeriksa dan mencari aktivitas korupsi. 

Tapi apakah mereka yang dinyatakan bersalah akan dihukum? Atau, seperti bankir Amerika di Wall Street, akankah para penguasa energi  ini melarikan diri hanya dengan membayar sedikit denda saja?

"Sulit untuk bertindak atas penipuan," kata Hildegard Mueller, direktur BDEW, kelompok fasilitas Berlin yang anggotanya termasuk EON SE dan RWE AG (RWE), perusahaan-perusahaan energi terbesar Jerman. "Jika seseorang bertindak dengan tujuan kriminal, mungkin akan terlambat ditemukan." 90% keanggotaan BDEW berasal dari sektor energi Jerman. Itu artinya ada banyak 'kekuasaan' (power) yang dikuasai oleh segelintir orang saja.

Pada tahun 2009, penipuan di pasar emisi karbon Eropa menelan biaya sekitar €5 milyar atau $6,54 milyar. Sejak saat itu, wilayah ini menerapkan kewaspadaan tinggi. Sayangnya, tidak cukup tinggi.

Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk melindungi diri terhadap korupsi. Investigasi internal. Pemeriksaan Latar Belakang. Sistem checks and balances. Dan jika suatu kesepakatan tampaknya sangat sempurna - mungkin justru harus dicurigai, kata Mueller.

Pekan lalu, para menteri keuangan Eropa mengesahkan undang-undang untuk memerangi penipuan. Namun karena lebih banyak hukum dan peraturan dibuat, dan dinding keamanan semakin bertambah tinggi, hal tersebut hanya memberi banyak kesempatan bagi mereka yang memiliki agenda kriminal untuk menemukan titik lemah dinding tersebut, dan memanfaatkannya.

Sekalipun beberapa prosedur baru dibuat cukup ampuh. REW baru-baru ini menemukan 35 rekening mencurigakan dalam perdagangan emisi dari tahun 2009 dan 2010 silam. Perusahaan ini “terus memeriksa dan mengevaluasi rekanan mereka dan bekerja sama dengan pihak berwenang,” kata juru bicara Michael Murphy.

Sektor energi Jerman telah diliberalisasi pada tahun 1998, memberikan akses bagi produsen asing ke jaringan  grid dan basis pelanggan mereka untuk pertama kalinya. Sayangnya, hal ini juga telah membuka celah bagi mereka untuk korupsi.

Tahun lalu, perdagangan energi Jerman menyumbang sekitar 45% dari pasar Eropa. "Sangatlah penting untuk memiliki pasar yang dinamis. Ini berarti seseorang dapat memilih dari sejumlah besar rekanan perdagangan, "kata Mueller. "Dan dalam hal itu, Jerman adalah panutan."

 Berikut ini harapan bahwa orang-orang yang mencoba untuk menipu sistem dibawa ke pengadilan sebelum mereka menyeret pasar jatuh bersama mereka!



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 2 Juli 2013 di http://anashell.blogspot.sg/2013/07/german-power-providers-guilty-of.html

[ korupsi, Asosiasi Air dan Energi Jerman, BDEW, Baden-Wuerttemberg, EON SE, RWE AG, Jerman, krisis di siprus, krisis ekonomi, NRGlab, NRGLab auction, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, SH-box, Ana shell, Ana Shell NRGLab, Hildegard Mueller ]

Tuesday, June 25, 2013

Siapa yang Akan Membawa Lampu dan Listrik ke Afrika?

Sejak tahun 2009, permintaan lampu bertenaga surya di Afrika telah mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 90%. Hampir 4 juta lampu telah terjual, nilai yang sekilas terlihat mengesankan, namun ternyata hanya mewakili 3% dari pangsa pasar saat ini. 3%!


Pada tahun 2009, para ilmuwan berlomba untuk membuat lampu berkualitas dengan harga murah demi membantu memodernisasi dunia berkembang. Dan di tahun 2013 ini,  lebih dari 40 perusahaan memiliki paten produk-produk yang memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh “Lighting Africa”, sebuah program gabungan IFC dan Bank Dunia yang berupaya untuk menyediakan listrik bagi tempat-tempat yang sebelumnya terputus dari aliran listrik. Bagi 40+ perusahaan, rintangan terbesar yang harus mereka hadapi saat ini adalah kurangnya modal kerja. Mereka membutuhkan dana lebih banyak untuk memproduksi dan mengekspor lampu sehingga cukup untuk memenuhi permintaan yang melonjak. Tapi pilihan untuk mengatasi kebutuhan modal yang ada masih jauh dari ideal. Perusahaan dapat mencoba, baik untuk meningkatkan tingkat modal pinjaman mereka dari investor atau bank, atau mengandalkan cadangan modal mereka, yang buntutnya hanya akan menyebabkan mereka jatuh ke jurang kebangkrutan dengan mudahnya.

Pada tahun 2011, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bermitra dengan Dana OPEC bagi Pembangunan Internasional membantu memberikan kredit kepada perusahaan-perusahaan yang kesulitan modal kerja. Hasilnya adalah gelombang penjualan - ratusan ribu lampu bertenaga surya yang diperkenalkan ke Afrika. Selaras dengan berkembangnya pasar, permintaan pasti meningkat. Jika sistem investasi aman pada produsen inovatif, produk-produk berkualitas tidak pada tempatnya, maka akan hampir mustahil bagi ekonomi Afrika bisa menopang dirinya sendiri. Sebaliknya,hal ini akan menjadi korban dari "gelembung" dan "ledakan."

Seperti diketahui banyak orang, teknologi surya memiliki kekurangan. Padahal, panel surya itu terbatas kemampuan dan kapasitas penyimpanannya karena sel fotovoltaik panel surya itu sendiri. Ukurannya juga besar dan tidak berfungsi di malam hari, atau juga ketika hujan. Dan yang paling parah dari semua itu adalah - harganya mahal!

Mengapa mengandalkan lampu bertenaga surya bila bola lampu filamen murah yang dinyalakan melalui jaringan listrik telah menjadi kebutuhan pokok dunia era Thomas Edison dan Nikola Tesla di abad ke-19 silam?

NRGLab secara aktif mencari mitra dan investor untuk membantu menumbuhkan modal kerja yang mencukupi untuk memproduksi SH-box, generator portabel yang mampu memberikan kekuatan ke semua penjuru Afrika, atau negara berkembang lain yang membutuhkan listrik. SH-box dengan tingkat emisi nol dapat membuktikan menjadi bagian yang dapat menjaga stabilitas ekonomi Afrika karena menghasilkan listrik semurah $ 0,03 per kWh sehingga investasi bisa dialokasikan ke tempat lain, misalnya bagi perluasan jaringan listrik dan kesejahteraan sosial.

Visit nrglab.asia for updates on upcoming SH-box auctions, or to learn more about how partnering with NRGLab may just be the soundest investment and smartest decision you’ve ever made.

Kunjungi nrglab.asia untuk informasi terbaru lelang SH-box berikutnya, atau untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana bermitra dengan NRGLab mungkin menjadi investasi yang paling aman dan keputusan bijak yang pernah Anda buat.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 11 Juni 2013 di http://anashell.blogspot.sg/2013/06/who-will-bring-light-and-electricity-to.html

[ krisis ekonomi, Ana shell, Ana Shell NRGLab, ana shell sh-box, energy alternative, NRGLab Pte Ltd, NRGLab Сингапур, nrglab singapore, NRGlab]

Monday, May 6, 2013

Masih Berjuang untuk Minyak Bumi yang Melimpah?


Tidak percaya jika masih ada para politisi di luar sana yang berhutang budi pada perusahaan-perusahaan minyak raksasa? Cobalah ditelaah kembali. Senat Amerika Serikat akhirnya menyelesaikan anggaran federal 2014 minggu ini. Para senator mengajukan ratusan amandemen untuk dipertimbangkan; dan seperti biasa, para pemimpin konservatif secara khusus mengajukan amandemen yang melemahkan kebijakan-kebijakan tentang iklim secara drastis. Alih-alih melindungi kepentingan umum dan memperjuangkan energi ramah lingkungan, mereka justru lebih memilih untuk melindungi kepentingan mereka sendiri.


Berikut ini adalah 7 amandemen yang sangat mengerikan, dan TIDAK dimasukkan ke dalam anggaran, tapi andaikan saja disetujui dalam proses pembahasannya, bukan tidak mungkin akan masuk dalam anggaran.

  1. Blunt  Nomor 261 akan merintangi UU mendatang mengenai pengenaan pajak karbon untuk mengurangi polusi industri. Amandemen ini akan memungkinkan setiap pengenaan pajak karbon akan ditolak oleh tiga per lima suara. Namun, dua tahun terakhir ini dampak pemanasan global telah dirasakan secara teratur. Pada tahun 2011 dan 2012, Amerika Serikat mengalami 25 bencana alam yang berhubungan dengan iklim, seperti badai topan, gelombang panas, kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, telah mengakibatkan kerugian  yang diperkirakan mencapai $188 milyar.
  2. Inhofe Nomor 359 akan mencegah Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menegakan UU Udara Bersih, yang mengatur emisi polutan. EPA mengusulkan standar karbon untuk pembangkit listrik yang baru di tahun 2012 silam, karena dua per lima dari polusi karbon di Amerika Serikat berasal dari pembangkit listrik.
  3. Murkowski Nomor 370 akan “meningkatkan produksi minyak dan gas alam di lahan dan perairan federal”, meskipun produksi minyak mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa dekade.  Di samping meningkatnya kegiatan pemompaan di lahan nonfederal,  Layanan Penelitian Kongres (Congressional Research Service) mencatat bahwa produksi minyak di lahan federal meningkat dari tahun 2008. Lalu apa yang menjadi masalahnya? Pemompaan berpotensi mencemarkan sumur, meracuni ternak, dan menciptakan sejumlah masalah ekologi yang tidak terduga.
  4. Cruz  Nomor 470 akan membatasi jumlah kepemilikan tanah federal di setiap negara bagian, sebuah upaya konservatif untuk menyerahkan properti ke pihak swasta dalam rangka memperluas kegiatan pengeboran minyak. Pemerintah saat ini menguasai 500 juta acre lahan publik yang menyediakan dua juta pekerjaan dan stimulus ekonomi lebih dari $300 miliar.
  5. Coats Nomor  514  Akan membuat pemotongan pada perlindungan khusus yang dijamin oleh UU Udara Bersih dengan memberikan wewenang kepada presiden untuk membebaskan setiap perusahaan dari kewajiban mematuhi standar polusi udara berbahaya selama dua tahun.  Amandemen ini pada pokoknya akan memberi peluang bagi pembangkit listrik tenaga batu bara untuk tetap bisa beroperasi. Hal terburuk apa yang dapat terjadi?  Metil-merkuri yang berasal dari polusi batu bara yang meningkat dalam ikan dapat meracuni wanita hamil. Hal ini dapat mengganggu perkembangan otak anak-anak, termasuk memori, bahasa, dan kemampuan berkonsentrasi. Dengan menjaga pembangkit listrik batu bara untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru dan  berdasarkan undang-undang, diperkirakan bahwa UU Udara Bersih dapat mencegah hingga 17.000 kematian prematur setiap tahun. EPA menyimpulkan bahwa "nilai (kehidupan) ini akan setara  dengan  $ 37-90 milyar per tahun."
  6. Alexander Nomor 516 akan mencabut kredit pajak untuk produksi listrik tenaga angin. Padahal kredit sebesar 2.2 sen/KWH listrik mendorong orang untuk berinvestasi di bidang energi angin. Selama satu abad terakhir, perusahaan minyak besar telah menerima $80 untuk membantu setiap $1 alternatif energi terbarukan.
  7. Vitter Nomor 544 akan mencabut wewenang presiden untuk melindungi mercu tanda (landmarks) sejarah bangsa Amerika berdasarkan UU Zaman Kuno. sejak UU ini diberlakukan pada tahun 1906, UU Zaman Kuno telah melindungi situs-situs seperti Patung Liberty, Grand Canyon, Muir Woods, Acadia, dan Zion.
Pandangan dunia atas pemanasan global pun mulai berubah. Namun, jika Anda hanya menunggu para pemimpin Anda berbuat sesuatu untuk Anda, maka Anda hanya akan menunggu lama.  Ambil sikap untuk menentang penggunaan minyak bumi dalam skala besar. Berjuanglah untuk energi bersih. Berjuanglah untuk masa depan. Kunjungi nrglab.asia untuk informasi lengkap tentang bagaimana Anda dapat menjadi bagian dari gerakan untuk perubahan.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 27 Maret 2013 di http://anashell.blogspot.sg/2013/03/still-fighting-for-big-oil.html

affordable energy, Ana shell, Ana Shell NRGLab, Anastasia Samoylova, Ana Shell Singapore, krisis ekonomi, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур ]

Tuesday, March 26, 2013

Peranan Kita Dalam Krisis Ekonomi Global

Sudah saatnya kita menyebut krisis ekonomi global dengan sebutan yang lebih tepat, yaitu kematian. Mungkin ini terdengar berlebihan,  namun justru itulah intinya.  Sebagai kelompok manajer dan ilmuwan di NRGLab (www.nrblab.asia) kami sendiri bertanya-tanya, "Bagaimana kita bisa keluar dari kematian ini?" Kami ingin melangkah ke arah stabilitas yang dibangun melalui energi hemat biaya.  Kami ingin agar para pelanggan bergabung bersama kami dalam mewujudkan kestabilan ini dan kesejahteraan bagi setiap orang.  Kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk membeli energi dengan harga semurah mungkin tanpa perlu melalui pihak ketiga.


Seluruh dunia harus membayar kehidupan indah yang dinikmati oleh banyak orang saat ini.  Kita harus melunasi pinjaman yang kita ambil untuk membeli energi tidak terbarukan yang dihambur-hamburkan begitu banyaknya. Mabuk dengan kesenangan, kita mengajarkan seluruh dunia cara hidup yang 'benar'. Kita membunuh mereka yang menolak tunduk pada aturan-aturan kita.  Kita ingin mencetak uang dengan cara apa pun, di mana pun, dari warga negara kita sendiri dan negara-negara tetangga kita serta dari warga negara lain yang berada sangat jauh dari kita sekali pun.  Keserakahan adalah motivasi utama kita.  Namun yang terjadi adalah kita semakin terpuruk, jauh dari rasa senang dan tidak mempunyai energi. Siapa yang harus disalahkan kalau sudah begini?

Saya yakin ini adalah kesalahan kita semua. Keserakahan (atau disebut "kemajuan") berasal dari kegelisahan primitif. Manusia itu lemah fisiknya tapi mempunyai daya fantasi yang kuat. Manusia itu bodoh tapi harga dirinya lah yang mengatakan bahwa ia seorang jenius.   Manusia itu kejam tapi dia meyakinkan dirinya jika semua keputusannya dapat dibenarkan.   Manusia itu tidak berdaya tapi melihat dirinya sebagai seorang pahlawan. Manusia perlu energi karena energi membuatnya merasa senang. Manusia merasa dingin dan perlu energi untuk membuatnya merasa hangat.  Manusia takut akan kegelapan sehingga ia mencari perlindungan pada cahaya.  Manusia merasa kurang cerdas sehingga ia membangun komputer pribadinya. Yang dimaksud dengan energi bagi masyarakat sekarang adalah kayu, batu bara, minyak, gas, uranium, dll. Manusia merampok alam untuk meminjamkan energi kepada orang lain. Hanya karena setiap orang memerlukan energi untuk merasa senang, maka orang pun rela untuk membayar, bahkan meskipun mereka terpaksa meminjam untuk itu.

Para kreditor merampok sumber daya alam untuk menjual energi dan bentuk turunannya demi bisa menjadi cepat kaya dan lebih kaya lagi.  Mereka mencoba membodohi orang-orang hanya untuk membuat rencana 'cepat menjadi kaya' yang mereka miliki akan terwujud lebih cepat.  Mereka mengancam, menggertak, memfitnah, melancarkan perang, membunuh dan melanggar HAM hanya untuk membuat orang terus membeli. Masih banyak lagi! Para kreditor membenarkan tindakan mereka dengan berdalih demi tujuan manusiawi dan mulia, tetapi dalam kenyataannya, semua yang mereka lakukan adalah merampok. Mereka menghancurkan dunia dengan dalih "kemajuan".

Ide pemikiran serakah itu sebenarnya sangat sederhana.  Karena ini adalah keyakinan obsesif bahwa selalu ada keuntungan yang bisa diperoleh. Selalu ada lebih banyak lagi. Dari satu dolar berkembang menjadi satu miliar; dari kewajiban satu orang membuat seluruh negeri berutang.  Akibatnya, keuntungan yang berkurang dipandang sebagai kejahatan.  Seluruh peradaban barat dibangun atas dasar keyakinan ini. Para kreditor mempunyai sistem tersendiri yang memperbanyak konsumsi energi secara besar-besaran dan mempropagandakan kekayaan materi. Sistem perekonomian kita didasarkan pada akumulasi energi dan uang yang tak berkesudahan, pada produksi secara terus-menerus dan pertumbuhan produktivitas, pada pasokan dan permintaan yang terus meningkat, dan seterusnya. 
Sekaranglah saatnya kita mengatakan cukup! Hentikan! Saat ini kita menyerukan, "Tidak!" pada perlombaan akumulasi energi ini.  NRGLab mengantarkan energi hemat biaya kepada dunia.  Kami bersedia dan mampu memberikan energi kepada umat manusia dan negara-negara sehingga mereka tidak perlu meminjam lagi.

Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 8 Februari 2013 di http://anashell.blogspot.sg/2013/03/our-role-in-global-economical-crisis.html

[Ana Shell NRGLab, Ana Shell Singapore, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, Anastasia Samoylova, krisis ekonomi, SH-box, sh-box nrglab, territory of shell]