Showing posts with label nrglab singapore. Show all posts
Showing posts with label nrglab singapore. Show all posts

Tuesday, September 17, 2013

Wabah Penyakit Menyerang! Pemanasan Global Penyebabnya

Saat orang mendengar kata “pemanasan global”, yang terlintas dalam benak mereka adalah puncak gunung es yang mencair, naiknya permukaan air laut, dan badai super. Tapi tahukah Anda bahwa pemanasan global juga membuat penyakit menjadi lebih mudah menyebar? Benar – wabah berikutnya bisa saja sedang membayangi. Dan wabah terakhir datang telah merenggut jutaan nyawa!


Bakteri dan parasit berkembang biak di suhu yang hangat, yang biasanya bakteri dan parasite ini bersifat musiman di belahan dunia tertentu. Namun kini, hal itu tidak lagi berlaku. Musim panas yang lebih lama berarti jangka waktu hidup yang lebih lama pula. Lebih banyak penyakit menular. “Ada BANYAK penyakit,” Sonia Altizer,  Associate Professor di Universitas Georgia, menegaskan. “Terutama disistem-sistem alami, di mana ada sinyal yang jelas bahwa prevalensi atau tingkat keparahan dari penyakit-penyakit itu telah meningkat sebagai respon atas perubahan iklim.”

Altizer adalah penulis-bersama dari penelitian yang baru diterbitkan mengenai tren iklim selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dia melanjutkan: “Jadi di Kutub Utara, ada cacing parasit yang mempengaruhi muskox dan rusa kutub yang berkembang biak lebih cepat dan menjadi lebih tersebar dan berekspansi. Kemudian di laut-laut tropis, seperti batu-batu karang di Lautan Karibia, terdapat banyak bukti yang muncul yang menunjukkan bahwa pemanasan berhubungan dengan simbiosis batu-batu karang tersebut – membuat batu-batu karang semakin rentan terhadap penyakit dan pada waktu yang bersamaan memperbesar tingkat pertumbuhan bakteri mematikan.”

Jadi di manapun Anda tinggal – di iklim yang hangat, atau dingin – tidak ada seorang pun yang aman dari bakteri. Untunglah, ada penelitian seperti yang dikerjakan oleh Altizer untuk mempersiapkan kita menghadapi masa depan.

“Mengetahui mengapa bakteri-bakteri patogen yang berlainan merespon secara berbeda pula terhadap perubahan iklim adalah apa yang dibutuhkan untuk membantu kita memprediksi dan menangani penyebaran penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan,” lanjutnya.

Beberapa benua sudah jauh lebih siap dibandingkan benua lain dalam menghadapi wabah yang akan datang, seperti Amerika Utara dan Eropa, yang memiliki “pemantauan, vektor pengendali, sanitasi modern, obat-obatan, dan vaksin yang dapat diberlakukan untuk mencegah penyebaran berbagai macam penyakit, terutama penyakit menular atau diare yang jauh lebih bermasalah di negara-negara berkembang. Jadi hal-hal ini dapat melawan efek-efek perubahan iklim dan menyulitkan untuk mendeteksi peningkatan bakteri patogen tersebut,” kata Altizer.

“vektor pengendali” merujuk kepada parasit pengendali seperti caplak dan nyamuk, yang dikenal sebagai penyebar demam kuning dan malaria.
Di negara-negara berkembang, penyebaran patogen dapat menghancurkan ekonomi pertanian. Tanaman dan hewan ternak mati. Kehidupan para petani dan keluarganya dipertaruhkan.

Seberapa khawatirkah mestinya kita? Menurut Altizer jawabannya tidak harus selalu jelas.

“Hal itu sangat tergantung dari lokasi. Di mana, kapan dan patogen seperti apa? Saya pikir saat ini kita berada dalam tahap, di mana dalam lima sampai sepuluh tahun lagi para ilmuwan akan dapat bergerak menuju kerangka berpikir yang dapat diprediksi, yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai di mana lokasi, dan bakteri patogen seperti apa yang merespon dan akan paling kuat merespon terhadap perubahan iklim.”

Efek-efek dari pemanasan global perlahan mulai terungkap dan akan berlangsung lama, sehingga sangat penting untuk mendokumentasikan dan menganalisis data.



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 13 Agustus: http://anashell.blogspot.com/2013/08/the-plague-could-be-coming-global.html

pemanasan global, Sonia Altizer, Universitas Georgia, krisis ekonomi, korupsi, affordable energy, Ana Shell NRGLab, ana shell sh-box, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, SH-box ]

Sunday, September 8, 2013

Bisnis Global Telah Membuat Konsumen Menjadi “Otomatis Tersihir” Seperti Zombie

Yang namanya bisnis global, pasti berkaitan dengan ekspansi, karena pada hakikatnya bisnis itu selalu mencari pasar baru. Kerap kali, pasar-pasar baru ditemukan pada rumah tangga kebanyakan yang telah kehilangan keuntungan ekonomi sejak era perang. Alih-alih mendukung kerja sama ekonomi, para pemimpin dunia justru mendukung kehidupan yang saling menghancurkan. (http://gt2030.com). Artinya, kalau mereka tidak mau bekerja sama,   bagaimana bisnis global bisa bertahan?


Tahun 1981, Presiden Ronald Reagen menandatangani undang-undang yang memungkinkan para konsumen mengonsolidasikan utang-utang mereka, yaitu dengan mengambil pinjaman baru untuk melunasi utang-utang lama. Terjadilah gelombang iklan masal yang mengajak masyarakat ‘berutang’  demi mendapatkan barang-barang yang sebenarnya tidak mampu mereka beli.

Bisnis-bisnis mulai meyakinkan rumah-rumah tangga untuk mengambil lebih banyak pinjaman, dan membiarkan urusan konsolidasi utang menjadi masalah belakangan. Para operator ponsel menciptakan kebutuhan (semu) untuk terus berkomunikasi tanpa henti. Perusahaan-perusahaan farmasi memaksa pasien-pasien untuk menelan berbagai pil untuk setiap gejala kesehatan kecil sekalipun. Pabrik-pabrik garmen membuat orang-orang tertarik untuk membeli pakaian-pakaian baru untuk setiap musim. Pada praktiknya, setiap orang mengambil pinjaman dari bank untuk membeli sesuatu yang mereka tidak perlukan, atau dengan kata lain menyerahkan uang yang mereka hasilkan dengan susah payah kembali ke bank.

Pemasaran menjadi alat yang sangat mujarab. Penelitian telah membuktikan bahwa emosi, kata-kata, dan gambar mempunyai kemampuan untuk membujuk konsumen agar mau membeli, membeli, dan MEMBELI! Mengapa tidak ada pemasaran di abad ke-19 silam? Karena waktu itu, pasokan barang-barang ada sesuai dengan besarnya permintaan nyata. Tidak ada ilusi “ingin”.  Waktu itu yang ada hanyalah kebutuhan untuk bertahan hidup.

Rasionalitas, berpikir kritis, dan pengetahuan ilmiah adalah musuh-musuh bisnis global. Karena semua itu mencegah konsumen mengambil pinjaman yang tidak perlu, sehingga mengakibatkan terhambatnya ekspansi ekonomi. Karena itulah, sekitar tiga puluh tahun lalu, berbagai bisnis muncul untuk menciptakan konsumen ideal – yang tidak rasional dan tidak bisa berpikir untuk diri mereka sendiri.

Sekarang sudah banyak konsumen ideal tersebut. Nyatanya mereka ada di mana-mana! Mereka mencintai hidup yang dikelabui hanya dengan emosi dan hasrat untuk mendapatkan sesuatu yang baru semata. Melahap apapun demi popularitas sesaat. Mereka ceria, positif, dinamis, dan siap membeli apapun yang “terbaru dan terhebat”. Yang parahnya lagi, mereka tidak menyadari perilaku “otomatis tersihir” seperti zombie ini!

Secara perlahan-lahan, media massa membesarkan konsumen ideal ini. Iklan radio dan TV. Penempatan produk dalam film-film. Semuanya dimulai dari anak-anak usia sekolah dengan kartun dan komik, lalu beralih ke dunia dewasa dengan berlangganan majalah yang mengarahkan persepsi orang tentang dunia. Ada banyak iklan tentang pakaian mahal dan aksesoris. Parfum dan kolonye. Semua yang dibutuhkan orang untuk menjadi “cantik” dan “bahagia”.

NRGLab mengirimkan banyak proposal bisnis ke para manajer perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, sayangnya, sembilan dari sepuluh proposal jatuh ke tangan antek-antek kelas bawah yang tidak bisa melihat potensi keuntungan besar di depan mata mereka. Mereka malas dan tidak termotivasi. “Siapa peduli dengan energi ramah lingkungan?” Pada dasarnya, kalau itu bukan ponsel cerdas baru yang mentereng atau aplikasi iPhone gratis, akan sulit menarik perhatian orang.
       
Tidak seperti para manajer di negara-negara maju, para manajer di negara-negara berkembang lebih berpikiran terbuka. Mereka mampu melihat keuntungan-keuntungan dari proposal bisnis kami. Mereka belum menjadi mangsa mentalitas konsumen. Mereka masih rasional dan hidup dengan warisan dan budaya mereka sendiri.  Padahal, pusat industri dan komersial bakal segera muncul di negara-negara berkembang. Lalu apa yang bakal terjadi?  Akankah mereka bersiap untuk “progres”?


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 29 April:  http://anashell.blogspot.com/2013/04/global-business-has-turned-consumers.html

Ronald Reagen, krisis ekonomi, krisis di siprus, nrglab singapore, nrglab company, NRGLab Pte Ltd, NRGLab auction, NRGlab, nrglab asia, SH-box, sh-box nrglab ]

Tuesday, August 27, 2013

一些简单的小窍门,让您节省大量能源!

只要进行一些简单的效率升级,您每个月的能源账单就可以减少85%,“自己动手(Do It Yourself)”专家Jeff Wilson说道,他在类似HGTV的电视频道上已经主持过200多期节目。

首先,用使用寿命更长,而且目前变得更实惠的LED灯代替旧的白炽灯。“它们的光质非常棒,”Wilson说道,“它们可调光暗,将为您节省70%90%的能源成本。您需要的只是弹出天花板上的嵌入式灯具,拧下灯泡,然后拧入LED适配器,把适配器插在全新灯外壳的后面!还有四根弹簧用于固定。”



许多读者可能已经认识了这些高能效的LED灯,但您很有可能从未听说过淋浴地漏热量回收装置。听起来很复杂?其实一点儿都不!该设备会在一个单独的线圈中收集流向地漏的水中的热量,并对其进行再利用。

“使用过的水通过管道流向一根主铜管。淋浴水中的热量会被传输到冷水进水管中。这意味着在淋浴期间,您将减少使用热水箱中的热水。(大约)能减少百分之40的热水。” Wilson解释到。

安装这种加热系统所需费用不到400美元,而且能在两年不到的时间内就收回成本!现在花点儿小钱,之后就能节省更多。此外,还能享受更加热气腾腾的热水淋浴!

最后,新型喷涂绝热材料能帮助屋主在冬季让房间保有热量,在夏天又保持凉爽,而能源费用也会全面降低。“自己动手(Do It Yourselfers)”套装售价约为200美元左右。您需要在门框周围、地下室、阁楼——任何您认为可能会出现泄露的地方进行喷涂作业。

有人甚至会把整个家都涂上这种新型绝热材料,就像Wilson一样,以此创造一个能量力场!“它远比其他隔热材料有效,”他说道,“您需要把两个容器中的东西混合起来。它会变得潮湿,在其固化期间,它的体积会膨胀到本身体积的六倍大小,在固化完成后,它就会变成惰性材料,非常安全。在您实施喷涂作业时,应该佩戴防护设备,不过,一旦固化完成,它就会变成非常有效的隔热材料和气密层。

在坚持使用这三个小窍门之后,Wilson在他有70年房龄的家中,减少的能源成本达到了惊人的85%!但是,您不必像Wilson一样极端。哪怕只听从这些小窍门中的一个,都将帮助您节约费用,同时减少您的碳足迹。

因此,您还在等什么呢?赶快行动吧!就在您看这句话的时候,您辛辛苦苦赚的钱已经被浪费了!




全球经济危机, 塞浦路斯银行危, 塞浦路斯银行危机, 德国的腐败, 腐败, NRGlab, nrglab asia, NRGLab Pte Ltd, NRGLab Сингапур, nrglab singapore, sh-box nrglab ]

Sunday, August 11, 2013

Beberapa Tips untuk Menghemat Energi!

Anda bisa menghemat hingga 85% tagihan energi bulanan Anda dengan membuat beberapa upgrade efisiensi sederhana, kata Jeff Wilson, ahlinya ‘Do It Yourself’ yang menjadi host lebih dari 200 episode di stasiun seperti HGTV.


Pertama, gantilah bola lampu pijar Anda dengan yang lebih tahan lama, seperti LED, dan sekarang harganya lebih terjangkau .”Lampu LED mempunyai kualitas cahaya yang kuat,” kata Wilson. “Cahaya lampu LED bisa diredupkan, dengan demikian Anda bisa menghemat antara 70 hingga 90% biaya energi Anda. Melalui tempat lampu di langit-langit rumah, bukalah tutup bola lampu, lalu pasang adaptor LED, dan hubungkan ke bagian belakang rumah! Ada empat pegas menahan lampu LED di tempatnya.”

Mungkin banyak dari Anda mungkin sudah bahwa LED ini hemat energi, tapi bisa jadi Anda belum pernah mendengar tentang unit pemulihan panas di saluran-air mandi. Kedengarannya rumit? Tidak sama sekali! Perangkat ini menggunakan kembali panas dari air yang mengalir masuk ke saluran dengan mengumpulkan panas pada kumparan terpisah.

 "Air bekas mandi disalurkan ke sekitar pipa tembaga utama. Panas yang ada dari air mandi ditransfer ke jalur masuk air dingin. Itu berarti Anda akan menggunakan lebih sedikit air panas dari tangki air panas untuk mandi Anda. Ini artinya menghemat (sekitar) 40 persen air panas, " jelas Wilson.

Sistem pemanas dapat dipasang dengan biaya kurang dari $400 dan uang ini bakal kembali kurang dari dua tahun! Jadi keluarkan uang receh Anda sekarang. Simpan uang besar nanti. Dan mandilah dengan air panas beruap!

Terakhir, spray insolator pelapis, yang membantu pemilik rumah menyimpan panas selama musim dingin, menyimpan dingin saat musim panas, dan tagihan energi akan Anda pun bakal berkurang. Kotak ‘Do It Yourself’ tersedia dengan harga sekitar $200.  Semprotkan pelapis di sekitar bingkai pintu, di ruang bawah tanah, di loteng, di mana saja yang menurut Anda ada kebocoran.

Beberapa orang, seperti halnya Wilson, bahkan melapisi seluruh rumah mereka dengan insulator baru ini, menciptakan medan gaya energi! “Ini jauh lebih efektif dibandingkan insulator lain,”katanya. Insulator ini terdiri dari dua tangki yang bercampur bersama. Awalnya basah, dan ketika menjadi kering akan mengembang enam kali lebih besar dari ukuran awalnya dan melembam ketika mengering, jadinya aman. Ketika Anda menyemprotkannya, sebaiknya Anda menggunakan pelindung, namun begitu mengering, bakal menjadi insulator yang efektif dan menjadi menyekat udara.”

Setelah mengikuti tiga tip tersebut di atas, Wilson telah memangkas 85% biaya energi di rumah berumur 70 tahun yang ditempatinya! Tentu saja, Anda tidak perlu seekstrim Wilson. Mengikuti salah satu tip ini saja sudah akan membantu Anda berhemat sekaligus juga mengurangi jejak karbon.

Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah sekarang! Masih ingin membuang uang begitu saja saat Anda membaca pesan yang benar ini?


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 24 Juni http://anashell.blogspot.com/2013/06/a-few-simple-tips-to-big-energy-savings.html

Menghemat Energi, Jeff Wilson, LED, NRGlab, nrglab asia, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, SH-box, sh-box nrglab, сheap electricity ]

Sunday, July 28, 2013

德国的电力供应商应对腐败负责?

如果您还需要更多不信任公用事业公司的理由,那这儿就有一个,倡导团体BDEW(德国能源与水经济协会)日前声称德国正处于一个重大的税务欺诈丑闻的边缘。

在此之前,德国的能源部门并不是没有出过丑闻。在不到四年前, 他们就曾是为数众多的碳排放交易骗局的牺牲者!



在过去的两个月里,来自巴登-符腾堡州的税收监管部门一直来到了汉堡,就“在能源交易方面存在的增值税骗局”进行讨论,并提供了证据。1,800多家德国电力供应商将会轮流接受彻底的官方检查, 在显微镜下接受腐败活动调查。

但那些被认定有罪的公司是否会受到惩罚呢?还是像华尔街的美国银行家一样,这些能源界的显要人物将逃脱象征性的惩罚?

“要采取反欺诈行动会很困难,如果某人有犯罪意图,那在人们发现时很可能已经太晚了。”BDEW(德国能源与水经济协会)董事希尔德加德·穆勒(Hildegard Mueller)说道。BDEW(德国能源与水经济协会)是一家公用事业公司,其成员包括德国最大的能源公司埃昂集团和莱茵集团(RWE)。德国能源部门的90%都是BDEW(德国能源与水经济协会)的成员。这表明小部分人的手中掌握了大部分“权力”。

2009年,碳排放市场的欺诈行为让欧洲付出了将近50亿欧元(65.4亿美元)的代价。从那以后,有关部门一直对此高度警惕,但似乎警惕性还是不够。

对公司而言,存在大量的措施供其选择,避免腐败的产生。内部调查。背景筛查。制衡制度。而如果一宗交易好得令人难以置信——那它多半儿就不真实,穆勒(Mueller)说道。

上周,欧洲各国财政部长通过了打击欺诈立法。随着越来越多的法律法规的出台,安全墙也越来越高,但这只是给那些有意犯罪的人提供了越来越多的机会,找出安全墙上的弱点,并加以利用。

不过,有些新程序看来的确有用。最近,REW公司发现了在2009年和2010年期间完成的35个碳排放交易可疑账户。公司会“继续检查并评估对手,并与当局密切合作。”公司发言人麦克·墨菲( Michael Murphy)说道。

德国的能源部门于1998年实现了自由化,这让国外生产商可以在第一时间使用该国电网,并获得顾客群体。不幸的是,这也打开了腐败的大门。

去年,德国的能源交易在欧洲市场上约占45%。“流动市场非常重要。这意味着人们可以在众多的交易关联方中进行选择,”穆勒说道,“德国显然是这方面的典范。”

我们希望那些想要欺骗系统的人,能在拖垮市场之前,被绳之于法!


从英文版翻而来 


[ 腐败, 全球经济危机, 塞浦路斯银行危, 塞浦路斯银行危机, 德国的腐败, NRGlab, Ana Shell NRGLab, nrglab asia, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, sh-box nrglab ]

Wednesday, July 24, 2013

Zero-net homes: make more energy than you take!

Innovative new houses are being built across the Hudson Valley in New York, U.S.A.  that generate more energy than they consume. Dubbed “zero-net homes,” these dwellings come equipped with solar panels, geothermal heating and cooling systems, and thick insulated walls. Quite a change from the energy guzzling city.

Gil Lobell, a resident new to the zero-net development that’s nestled 70-miles north of New York City, loves the prospect of cutting ties with his public utility company. “I don’t have to worry about $6,000 worth of utilities to run a house,” he says. “I can use that money for other things, so we go on vacations because I’m not spending money on utilities. I don’t worry about oil bills. I don’t worry about electric bills. I don’t worry about gas bills.”

HIs most recent electric bill read: “Electricity Used (kWh) = 0.” Basic service charges and taxes for two months came out to $49.51. Lobell even gives electricity back to the grid when it’s sunny out, earning credit towards what he consumes later. He figures he saves about $5,500 a year compared to his previous house.
Sounds like a dream come true, doesn’t it?

Exterior walls of Lobell’s house consist of a 6-inch layer of reinforced concrete sandwiched in between 2½ inches of polystyrene. Combined with heavily insulated rafters above, an insulated concrete slab below, and triple-paned windows, the entire house is practically airtight!

Three-bedroom units in this development start at around $399,000. Each house features a $29,000 solar panel system and a $39,000 geothermal system.

“Any homeowner that goes out and spends $100,000 less than my zero-energy homes is going to be spending more at the end of the year,” claims Anthony Aebi, president of Greenhill Contracting Inc., the company behind the Hudson Valley development. 

Unfortunately, not everyone can afford a mortgage on a $400,000 house. But that doesn’t mean you can’t have a zero-net home!

With something like the SH-Box – a carbon-free, poly-crystalline generator developed by NRGLab - you too could be creating more electricity than you consume! All it takes is a little upfront investment and you could see huge savings.

Check out NRGLab’s slate of alternative energy projects at nrglab.asia.


Truly yours,
Ana Shell



[ Hudson Valley, Gil Lobell, Anthony Aebi, Greenhill Contracting Inc., sh-box, nrglab, nrglab Singapore, nrglab Сингапур, Ana Shell, Ana Shell nrglab ]

Tuesday, July 23, 2013

Attention small business owners: some keys to keeping energy costs down

It isn’t easy owning a small business in today’s age. Expenses like rent, utilities, and inventory are at all-time highs. Even taxes are expected to spike. Conglomerates like Wal Mart squash small businesses wherever they spring up. So, how can entrepreneurs stay afloat in an increasingly competitive economy? By saving money wherever and however possible.


First off, start by educating and motivating your employees to be more energy conscious. Offer incentives to those who cut down on their electricity usage. Throw an Earth Day celebration. Remember – happy employees are hard-working employees. Keeping costs down is going to require hard work on everyone’s part.

Install smart-thermostats to maximize your heating and cooling systems. You’re paying for your employees to be comfortable. Not relaxed in a tropical or wintry climate.

Invest in an ink-jet printer. They use about 90% less energy than their laser counterparts.

Copying machines actually consume the most energy of all the appliances around your office. It takes quite a lot of energy to warm the toner in order to fuse it to the paper. Even when not in use, copying machines tend to waste a considerable amount of electricity. If you’re thinking of buying a new one, make sure it comes with duplex copying capabilities. Utilizing both sides of a page helps cut down on the machine’s usage.

If you have a T12 lighting system, replace it with T8 energy-efficient fixtures. And if you haven’t already, make sure you upgrade your incandescent lights to compact fluorescent lamps. They’ll save you money and last longer.

Speaking of lighting – turn off all non-essentials. Not using the conference room? Why keep it lit? Installing motion-detectors helps keep the lights on where they’re needed.

Do your employees still use bulky desktop computers? Think about exchanging them for laptops, which draw about 1/10th the energy. Prefer looking at the larger screen? Go ahead and plug your laptop into a larger monitor. That will still cut your energy usage in half!

But, if you insist on keeping the desktop computers, have your employees shut off their monitors if they don’t intend on using them for 30 minutes or more. The monitor alone draws about half of the computer’s overall energy.

You know the saying – TGIF! Make sure all computers, printers, copiers, and appliances are switched off or unplugged for the weekend.


Don’t let the times frustrate you. Don’t just stay afloat, either. Adapt to the ever-expanding global market and rise above your competition by demonstrating your superior energy awareness. Join the green revolution and help fight the effects of global warming. When you receive next month’s utility bill, you’ll be happy you did…

[ small business, energy costs. Wal Mart, Earth Day, affordable energy, NRGlab, nrglab asia, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, sh-box nrglab, ana shell sh-box, SH-box ]

Monday, July 22, 2013

Preserve nature or clean up energy: do we really have to choose?

Some cities are being forced to choose between their gorgeous, all-natural views, and a new green energy infrastructure. Santa Rosa and Sonoma in California, U.S.A. are two such cities.

Advocates of green energy call it “reinvesting in the community,” and yes, while boasting clean energy independence would be quite a feat, is it worth the price of admission? Is it worth cutting down forests? Blanketing farmlands? Blotting out skylines?

In Sonoma, a 20-megawatt, 50-acre, $100 million solar-panel system is currently in development. At best, the farm would provide for 10,000 local homes. Only 10,000! At that size, where are we expecting to build future solar farms? On top of one another?

Eventually, our nations will become nothing but ice rinks of black glassy solar panels!

City planners in Sonoma are considering changing zoning regulations to open up thousands of acres of green pastures for green energy projects, including a 23-acre solar farm on 130 acres of grazing pasture just outside of Petaluma. Residents are obviously up in arms about the vote, but unfortunately, have little influence over the outcome.

This tradeoff – nature for technology – is far from breaking news. From fracking to giant wind turbines, ocean drilling to nuclear plants, we’ve been sacrificing our environment for improved fuel-efficiency for decades now. We want lower prices. Convenience. And we’re willing to give just about anything to get it…

NRGLab is hoping to put a stop to all this with the one-of-a-kind SH-Box. It’s carbon-free, low cost, and even portable! So whether you’re at home, stuck at work, or on the go – you can experience energy independence without destroying the environment.

Think of how many great works of art we would have missed out on! Instead of Van Goh’s landscapes of the French countryside of farmhouses and fields, we’d be admiring a black rectangular solar panel.

Doesn’t quite compare, does it?

So for the sake of the future of art and the environment, help fight urban sprawling. End the tyrannical reigns of solar and wind. Usher in the dawn of truly renewable, reliable energy with the SH-Box. Visit nrglab.asia for more information.



Truly yours,
Ana Shell

[ clean energy, Santa Rosa, Sonoma, Petaluma, sh-box, nrglab asia, Ana shell, Ana Shell NRGLab, NRGLab auction, nrglab company, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, sh-box nrglab ]

Tuesday, July 16, 2013

Perusahaan Penyedia Energi Jerman Tersangkut Skandal Korupsi?

Rasanya sulit dipercaya jika perusahaan-perusahaan penyedia fasilitas umum, kelompok pendukung BDEW (Asosiasi Air dan Energi Jerman) kini mengklaim bahwa Jerman berada di ambang skandal penipuan pajak yang besar.


Bukan berarti sekarang ini sektor energi Jerman tidak terlibat skandal sama sekali. Kurang dari empat tahun lalu, mereka menjadi korban sejumlah penipuan yang melibatkan perdagangan emisi karbon!

Lebih dari dua bulan terakhir, regulator pajak berangkat dari Baden-Wuerttemberg ke Hamburg telah mengajukan bukti "penipuan pajak pertambahan nilai dalam perdagangan energi." Lebih dari 1.800 perusahaan penyedia energi negara akan bergiliran diperiksa secara ketat karena pejabat pajak memeriksa dan mencari aktivitas korupsi. 

Tapi apakah mereka yang dinyatakan bersalah akan dihukum? Atau, seperti bankir Amerika di Wall Street, akankah para penguasa energi  ini melarikan diri hanya dengan membayar sedikit denda saja?

"Sulit untuk bertindak atas penipuan," kata Hildegard Mueller, direktur BDEW, kelompok fasilitas Berlin yang anggotanya termasuk EON SE dan RWE AG (RWE), perusahaan-perusahaan energi terbesar Jerman. "Jika seseorang bertindak dengan tujuan kriminal, mungkin akan terlambat ditemukan." 90% keanggotaan BDEW berasal dari sektor energi Jerman. Itu artinya ada banyak 'kekuasaan' (power) yang dikuasai oleh segelintir orang saja.

Pada tahun 2009, penipuan di pasar emisi karbon Eropa menelan biaya sekitar €5 milyar atau $6,54 milyar. Sejak saat itu, wilayah ini menerapkan kewaspadaan tinggi. Sayangnya, tidak cukup tinggi.

Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk melindungi diri terhadap korupsi. Investigasi internal. Pemeriksaan Latar Belakang. Sistem checks and balances. Dan jika suatu kesepakatan tampaknya sangat sempurna - mungkin justru harus dicurigai, kata Mueller.

Pekan lalu, para menteri keuangan Eropa mengesahkan undang-undang untuk memerangi penipuan. Namun karena lebih banyak hukum dan peraturan dibuat, dan dinding keamanan semakin bertambah tinggi, hal tersebut hanya memberi banyak kesempatan bagi mereka yang memiliki agenda kriminal untuk menemukan titik lemah dinding tersebut, dan memanfaatkannya.

Sekalipun beberapa prosedur baru dibuat cukup ampuh. REW baru-baru ini menemukan 35 rekening mencurigakan dalam perdagangan emisi dari tahun 2009 dan 2010 silam. Perusahaan ini “terus memeriksa dan mengevaluasi rekanan mereka dan bekerja sama dengan pihak berwenang,” kata juru bicara Michael Murphy.

Sektor energi Jerman telah diliberalisasi pada tahun 1998, memberikan akses bagi produsen asing ke jaringan  grid dan basis pelanggan mereka untuk pertama kalinya. Sayangnya, hal ini juga telah membuka celah bagi mereka untuk korupsi.

Tahun lalu, perdagangan energi Jerman menyumbang sekitar 45% dari pasar Eropa. "Sangatlah penting untuk memiliki pasar yang dinamis. Ini berarti seseorang dapat memilih dari sejumlah besar rekanan perdagangan, "kata Mueller. "Dan dalam hal itu, Jerman adalah panutan."

 Berikut ini harapan bahwa orang-orang yang mencoba untuk menipu sistem dibawa ke pengadilan sebelum mereka menyeret pasar jatuh bersama mereka!



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris. Artikel asli diterbitkan pada 2 Juli 2013 di http://anashell.blogspot.sg/2013/07/german-power-providers-guilty-of.html

[ korupsi, Asosiasi Air dan Energi Jerman, BDEW, Baden-Wuerttemberg, EON SE, RWE AG, Jerman, krisis di siprus, krisis ekonomi, NRGlab, NRGLab auction, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, SH-box, Ana shell, Ana Shell NRGLab, Hildegard Mueller ]