Showing posts with label Sonia Altizer. Show all posts
Showing posts with label Sonia Altizer. Show all posts

Tuesday, September 17, 2013

Wabah Penyakit Menyerang! Pemanasan Global Penyebabnya

Saat orang mendengar kata “pemanasan global”, yang terlintas dalam benak mereka adalah puncak gunung es yang mencair, naiknya permukaan air laut, dan badai super. Tapi tahukah Anda bahwa pemanasan global juga membuat penyakit menjadi lebih mudah menyebar? Benar – wabah berikutnya bisa saja sedang membayangi. Dan wabah terakhir datang telah merenggut jutaan nyawa!


Bakteri dan parasit berkembang biak di suhu yang hangat, yang biasanya bakteri dan parasite ini bersifat musiman di belahan dunia tertentu. Namun kini, hal itu tidak lagi berlaku. Musim panas yang lebih lama berarti jangka waktu hidup yang lebih lama pula. Lebih banyak penyakit menular. “Ada BANYAK penyakit,” Sonia Altizer,  Associate Professor di Universitas Georgia, menegaskan. “Terutama disistem-sistem alami, di mana ada sinyal yang jelas bahwa prevalensi atau tingkat keparahan dari penyakit-penyakit itu telah meningkat sebagai respon atas perubahan iklim.”

Altizer adalah penulis-bersama dari penelitian yang baru diterbitkan mengenai tren iklim selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Dia melanjutkan: “Jadi di Kutub Utara, ada cacing parasit yang mempengaruhi muskox dan rusa kutub yang berkembang biak lebih cepat dan menjadi lebih tersebar dan berekspansi. Kemudian di laut-laut tropis, seperti batu-batu karang di Lautan Karibia, terdapat banyak bukti yang muncul yang menunjukkan bahwa pemanasan berhubungan dengan simbiosis batu-batu karang tersebut – membuat batu-batu karang semakin rentan terhadap penyakit dan pada waktu yang bersamaan memperbesar tingkat pertumbuhan bakteri mematikan.”

Jadi di manapun Anda tinggal – di iklim yang hangat, atau dingin – tidak ada seorang pun yang aman dari bakteri. Untunglah, ada penelitian seperti yang dikerjakan oleh Altizer untuk mempersiapkan kita menghadapi masa depan.

“Mengetahui mengapa bakteri-bakteri patogen yang berlainan merespon secara berbeda pula terhadap perubahan iklim adalah apa yang dibutuhkan untuk membantu kita memprediksi dan menangani penyebaran penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan,” lanjutnya.

Beberapa benua sudah jauh lebih siap dibandingkan benua lain dalam menghadapi wabah yang akan datang, seperti Amerika Utara dan Eropa, yang memiliki “pemantauan, vektor pengendali, sanitasi modern, obat-obatan, dan vaksin yang dapat diberlakukan untuk mencegah penyebaran berbagai macam penyakit, terutama penyakit menular atau diare yang jauh lebih bermasalah di negara-negara berkembang. Jadi hal-hal ini dapat melawan efek-efek perubahan iklim dan menyulitkan untuk mendeteksi peningkatan bakteri patogen tersebut,” kata Altizer.

“vektor pengendali” merujuk kepada parasit pengendali seperti caplak dan nyamuk, yang dikenal sebagai penyebar demam kuning dan malaria.
Di negara-negara berkembang, penyebaran patogen dapat menghancurkan ekonomi pertanian. Tanaman dan hewan ternak mati. Kehidupan para petani dan keluarganya dipertaruhkan.

Seberapa khawatirkah mestinya kita? Menurut Altizer jawabannya tidak harus selalu jelas.

“Hal itu sangat tergantung dari lokasi. Di mana, kapan dan patogen seperti apa? Saya pikir saat ini kita berada dalam tahap, di mana dalam lima sampai sepuluh tahun lagi para ilmuwan akan dapat bergerak menuju kerangka berpikir yang dapat diprediksi, yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai di mana lokasi, dan bakteri patogen seperti apa yang merespon dan akan paling kuat merespon terhadap perubahan iklim.”

Efek-efek dari pemanasan global perlahan mulai terungkap dan akan berlangsung lama, sehingga sangat penting untuk mendokumentasikan dan menganalisis data.



Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 13 Agustus: http://anashell.blogspot.com/2013/08/the-plague-could-be-coming-global.html

[ pemanasan global, Sonia Altizer, Universitas Georgia, krisis ekonomi, korupsi, affordable energy, Ana Shell NRGLab, ana shell sh-box, NRGLab Pte Ltd, nrglab singapore, NRGLab Сингапур, SH-box ]

Tuesday, August 13, 2013

The plague could be coming! Global warming to blame

When people hear “global warming,” they usually think melting ice caps, rising sea levels, and superstorms. But did you know that global warming also makes it easier for diseases to spread? That’s right - the next plague could be looming on the horizon. And the last one took millions of lives!



Bacteria and parasites thrive in warmer temperatures, making them somewhat seasonal in a certain parts of the world. But not anymore. Longer summers mean longer lifespans. More contagious diseases. And “there [are] A LOT of diseases,” stresses Sonia Altizer, an associate professor at the University of Georgia. “Especially in natural systems, where there as a pretty clear signal that either the prevalence or severity of those diseases has increased in response to climate change.”

Altizer is co-author of a recently published study on climate trends over the last decade.  She continues:

“So in the arctic, there are parasitic worms that affect muskox and reindeer that are developing faster and becoming more prevalent and expanding their ranges. And then in tropical oceans, like Caribbean coral reefs, there’s a large amount of evidence that has mounted that shows that warming interferes with the symbiosis of corals – makes them more vulnerable to disease and at the same time increases the growth rate of some lethal bacteria.”

So no matter where you live – in a warm climate, or chilly – no one is safe from bacteria. Thankfully, we have studies like Altizer’s to help us prepare for the future.

“Knowing why different pathogens respond differently to climate change is what’s needed to help us predict and ultimately manage disease outbreaks in people and animals and plants,” she says.

Some continents are much more equipped to handle the next plague than others, like North America and Europe, who have “surveillance, vector control, modern sanitation, drugs, and vaccines. [They] can be deployed to prevent outbreaks of a lot of diseases, especially vector borne disease or diarrheal disease that are much more problematic in the developing world. And so these can counter the effects of climate change and make it hard to detect increases in those pathogens,” says Altizer.

“Controlling vectors” refers to controlling parasites like ticks and mosquitos, which have been known to transmit yellow fever and malaria.
In developing countries, a pathogenic outbreak could destroy the agricultural economy. Lost crops. Dead cattle. The livelihoods of farmers and their families are at stake.

How concerned should we be? Well, according to Altizer, the answer isn’t exactly black and white.

“It really depends on the location. Where, when and what pathogen? So I think we’re at a stage now where in the next five to ten years scientists will be able to move towards a predictive framework that will be able to answer questions about where in the world and what pathogens are responding and will continue to respond most strongly to climate change.”

The effects of global warming are unfolding slowly, and should stretch decades, making it crucial to document and analyze data. 

[ global warming, Sonia Altizer, Ana shell, Ana Shell NRGLab, ana shell sh-box, Anastasia Samoylova, NRGlab, NRGLab Pte Ltd, sh-box nrglab ]