Showing posts with label Caroline Lucas. Show all posts
Showing posts with label Caroline Lucas. Show all posts

Tuesday, March 25, 2014

与武器贸易展开非暴力斗争

在我写下这篇文章的同时,正好看到了来自英国西米德兰兹郡(West Midlands)的新闻,它报道了在过去两天里开展的一场重要又神秘低调的审判。去年,在两年一度的防卫与安全设备国际展(DSEI)武器贸易举办过程中,五名活动家封锁了伦敦艾克赛尔-多克兰展览中心(Excel Docklands)的主入口。这些活动家均为基督徒(其中包括一名部长),他们从始至终均未采取任何暴力活动,只是跪地祈祷唱圣歌。与此同时,数百家公司正在DSEI上向许多翘首以待的政府代表竞相出售武器、炸药、装甲车等。双方的差别再明显不过了,在这场非暴力和国家的特殊战斗中,活动家处于不利的位置——他们被捕之后被控犯有加重侵犯的罪行。

如今,在斯坦福德(Stafford)治安法庭上法官宣布他们“无罪”。诚然,让他们重获自由似乎是基于法律依据的决定——警方要求其离开的指示不够清楚或详细,因此,不能期望他们能完全遵守——但是,我们仍然能勉强将其称之为胜利。活动家们被允许在法庭上就其战术的合法性进行说明,而警察——一如既往地——看起来不是奸诈,就是愚蠢。 NRG Lab 和 Ana Shell Fund 为这五位冒着最高将被监禁三个月的风险、勇敢地站出来表达自己观点的活动家鼓掌叫好。

但是,在这场审判中真正凸显的其实是在所谓“自由共正”的英国等国,所采取的双重标准和司法的虚伪。其中一名被告的论点紧密围绕着2013 DSEI期间一件有趣的会外事件。在那次展会中,法国麦格霍斯国际(Magforce International)和中国天津麦威(Tianjin Myway)因促销电击弹、眩晕警棍、加重脚链而触犯了英国法律的规定,进而被逐出了大会。但是,仅在绿党成员卡洛琳·卢卡斯(Caroline Lucas)在英国议会中就上述公司在展销会上销售此类武器的传闻提出质疑之后,DESI方才采取行动。

然而,尽管上述两家公司的行为构成了非法,DSEI最初对此的回应也相当轻松,却没有一个参与武器展销会的人被控犯有任何罪行。这些贩卖眩晕警棍和电击弹的公司的罪行,看来比五个冷静而好学、跪在展会外面道路上的人的罪行要大得多,但是,却只有后者感受到了国家的力量,也只有他们受到了警察的斥责。即使在现在,正如上文提到的那样,他们重获自由也仅仅是因为法律依据的不足。如果警察在当时能更好地完成工作,这些和平的活动家们则可能将在今夜被判监禁,与此同时,麦格霍斯和麦威则继续四处开展业务——要知道,这些业务的基础就是压迫和暴力侵害权利被剥夺、生活在贫困中的人。

国家的重点已然清晰——而且这不仅仅适用于英国,虽然这个故事恰好发生在此处。如果你试图保卫那些无助的人,那些一无所有的人,那些被导弹破坏了家园的人,那些被枪支夺去了生命的人,那些因加重的脚链而逐渐失去自由的人,以及类似的人,那么,你就是一个潜在的罪犯。如果你能为那种局面做出贡献——如果你能制造脚链、导弹、枪支、折磨人的刑具——那就没问题,你可以随意继续,只要能为政治家和股东带来利益。非暴力的抗议者具有危险性,而将整个商业模式建立在暴力之上的公司却是正直的公民。这种退步的意识形态却是如今全球化的新自由主义文化的中心,而我们要做的就是,和那五名活动家一样,站出来反对它。

从英文版翻译而来。原文于 2月25,  http://anashell.blogspot.com/2014/02/fighting-arms-trade-with-non-violence.html

Tuesday, March 11, 2014

Memerangi Perdagangan Senjata Tanpa Kekerasan

Saat menulis artikel ini, saya mendengar berita tentang sidang pengadilan yang berlangsung selama dua hari terakhir di daerah West Midlands, Inggris. Tahun lalu, lima aktivis memblokir jalan masuk utama ke Excel Docklands di London saat perhelatan pameran dua tahunan dari Peralatan Keamanan dan Persenjataan Internasional (Defence Security Equipment International - DSEI) dilangsungkan.  Para aktivis yang adalah penganut kristiani ini (salah satunya adalah Pendeta), selama aksi protes tanpa kekerasan mereka hanya berlutut sambil berdoa dan menyanyikan himne.  Sementara itu di lokasi pameran DSEI ada ratusan perusahaan yang berlomba-lomba untuk menjual senjata, bahan peledak, dan kendaraan lapis baja kepada banyak perwakilan pemerintah yang menghadiri pameran tersebut. Perbedaan antara kedua kelompok ini amat mencolok. Sayangnya para aktivislah yang kalah dalam pertarungan mereka yang tanpa kekerasan dengan pemerintah, dan mereka ditahan atas dasar pelanggaran karena masuk tanpa izin.



Hari ini, hakim pengadilan Stafford telah memutuskan bahwa para aktivis tidak bersalah.   Memang, kebebasan mereka tampaknya diperoleh karena kesalahan teknis di pihak kepolisian. Instruksi polisi saat memerintahkan agar para aktivis untuk pergi tidak jelas atau kurang terperinci sehingga mereka tidak bisa bertindak sesuai dengan perintah tersebut. Namun, ini tetap suatu kemenangan penting. Para aktivis telah diperbolehkan untuk menyampaikan argumen tentang legalitas taktik mereka di hadapan pengadilan hukum. Seperti biasa, pihak kepolisian terlihat jelas bertindak amat licik atau bodoh. Di NRGLab dan Ana Shell Fund, kami memuji kelima aktivis karena telah memperjuangkan apa yang mereka percayai meski adanya ancaman tiga bulan penjara.

Yang menarik dari pengadilan ini adalah standar ganda serta kemunafikan di Inggris Raya, yang katanya, adalah negara yang menjunjung "kebebasan dan keadilan".  Salah satu argumen yang digunakan oleh pembela berkisar pada insiden di pameran DSEI tahun 2013 karena ada dua perusahaan yang dikeluarkan dari pameran. Hal itu terjadi karena kedua perusahaan tersebut mempromosikan penjualan senjata yang dianggap ilegal dalam hukum Inggris. Magforce Internasional dari Prancis serta Tianjin Myway dari Cina dikeluarkan dari DSEI karena menjual proyektil listrik pengejut, tongkat pengejut, dan borgol kaki dengan pemberat. DSEI baru mengambil tindakan setelah Caroline Lucas, seorang anggota parlemen mengajukan pertanyaan ke parlemen sehubungan dengan adanya desas-desus akan penjualan senjata tersebut di pameran.

Sayangnya, DSEI bersikap biasa-biasa saja sehubungan dengan aksi ilegal dari kedua perusahaan dan mereka yang terlibat dalam pameran senjata tersebut juga tidak ada yang didakwa. Padahal kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang menjual tongkat pengejut dan rudal kejut jauh lebih besar dari pada kelima orang yang dengan tenang berlutut di jalan, namun justru kelima orang inilah yang malah didakwa oleh negara dan kepolisian. Kebebasan mereka pun hanya terjadi karena kesalahan teknis. Jika kepolisian melakukan tugas mereka dengan baik, mungkin kelima aktivis inilah yang akan berada di penjara malam ini sementara Magforce dan Myway dengan bebas melanjutkan bisnis mereka – bisnis yang didasarkan pada penindasan dan kekerasan terhadap mereka yang direbut haknya dan miskin.

Meski kisah ini berlokasi di Inggris, apa yang terjadi tidak hanya terjadi di Inggris. Prioritas negara amat jelas.  Jika Anda berupaya membela yang lemah, yang tidak punya apa-apa, yang rumahnya hancur karena rudal, yang kehidupannya direnggut oleh pistol, dan yang kebebasannya dibelenggu dengan borgol kaki dengan pemberat, Anda kemungkinan besar adalah penjahat. Jika Anda berkontribusi pada situasi di atas dengan membuat borgol kaki, rudal, pistol dan senjata penyiksa - hal itu tidak apa-apa, Anda bebas melanjutkan bisnis tersebut asalkan Anda mendatangkan keuntungan bagi para politikus dan pemangku kepentingan. Aktivis yang melakukan protes tanpa kekerasan adalah kelompok berbahaya sementara perusahaan yang keuntungannya berasal dari kekerasan adalah warga negara teladan. Ideologi terbalik ini dianut dalam kebudayaan neoliberal global dewasa ini. Kita semua hendaknya meniru kelima aktivis di atas dan bertindak menentang hal ini.


Diterjemahkan dari Bahasa Inggris, artikel asli di publikasikan tanggal di 25.02.14: http://anashell.blogspot.com/2014/02/fighting-arms-trade-with-non-violence.html


Excel Docklands di London, Peralatan Keamanan dan Persenjataan Internasional, Defence Security Equipment International, DSEI, hakim pengadilan Stafford, NRGLab, Ana Shell Fund, Caroline Lucas